Dr Seson: Lakukan Deteksi Dini, Jangan Percaya Mitos

Logo

Kanker Masih Penyebab Kematian Nomor Dua Dunia

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Kanker masih menjadi penyakit yang menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, setiap individu harus berani memeriksakan diri dan menjalani pengobatan secara dini sehingga memiliki harapan sembuh lebih besar.

"Jika ada tanda-tanda di tubuh segera dilakukan ronsen (rontgen) sebagai deteksi dini. Jangan percaya mitos, kalau dironsen akan ketahuan penyakit-penyakit lain," ungkap dr Seson SpPD FINASIM.

Hal itu disampaikan dr Seson saat menjadi narasumber seminar kesehatan bersama masyarakat awam. Seminar ditaja Lab Klinik Prodia Pekanbaru, Ahad (18/6/2023).

Secara medis tumor adalah benjolan dalam tubuh yang tidak ganas alias jinak. Namun jika disebut kanker maka sudah pasti tumor ganas.

Jika dikenali serta ditangani lebih cepat maka penyakit kanker bisa disembuhkan.
Ada istilah non-invasif atau in situ. Yakni kondisi ketika sel kanker tumbuh dan menetap di lokasi asalnya, tidak menyebar ke organ lain. Biasa juga disebut stadium satu.

Lalu disebut invasif atau ganas adalah kondisi ketika sel kanker menyebar hingga menembus jaringan atau organ sekitarnya. Tahapannya bisa disebut stadium dua, stadium tiga dan stadium empat.

Gejalanya banyak tergantung pada jenis kanker apa. Misalnya kanker paru antara lain batuk dalam waktu lama, batuk berdarah, nyeri di dada, dan penurunan berat badan.

Untuk itu, dokter RS Eka Hospital itu menekankan jangan tunggu sampai parah. Lebih dini diobati maka semakin besar harapan sembuh. Apalagi saat ini metoda ataupun obat-obatan terus berkembang.

"Jangan takut dikemo misalnya. Kalau pun mengakibatkan botak, nanti juga akan tumbuh lagi," imbau dr Seson lagi.

Guna mengurangi risiko terkena kanker, menurut dr Seson, harus menerapkan gaya hidup sehat. Pola makan yang sehat, rajin olahraga minimal 30 menit, tidur cukup, tidak merokok, tidak begadang dan lainnya.

Kanker merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia dengan jumlah 9,6 juta kematian per tahun. Di Indonesia menurut catatan Globocan pada 2020, kasus baru tercatat 396.314 dengan kematian sebanyak 234.511 orang.

Perempuan merupakan kelompok dengan risiko tinggi terkena kanker. Tercatat kanker payudara  sebanyak 65.858 kasus, kanker leher rahim sebanyak 36.633 kasus.

Kanker pada laki-laki paling banyak kanker paru 25.943 kasus, dan kanker kolorektal (usus besar) 21.764 kasus.(dez)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-dr-seson-lakukan-deteksi-dini-jangan-percaya-mitos.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)