DMDI Pekanbaru Gelar Seminar Budaya Melayu Riau, Perkuat Identitas Budaya Generasi Muda

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch., membuka Seminar Muatan Lokal Budaya Melayu Riau (BMR) yang mengangkat tema Penguatan Nilai-Nilai Asas Jati Diri Melayu pada Pembelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau sebagai Realisasi Visi dan Misi Kota Pekanbaru yang Berbudaya, Maju, dan Sejahtera.

Dalam kegiatan yang digelar Rabu (04/11/26), Wawako yang juga Ketua Umum DMDI kota Pekanbaru menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya Melayu di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.

"Pendidikan formal, khususnya melalui mata pelajaran Muatan Lokal Budaya Melayu Riau, menjadi sarana strategis untuk menanamkan jati diri, adat istiadat, dan adab Melayu kepada generasi muda sejak dini," ujar Markarius.

Ia juga berharap generasi penerus Pekanbaru tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter serta menjunjung tinggi nilai-nilai dan resam Melayu.

"Kami menekankan bahwa kelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, termasuk organisasi Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), pemerintah, dan insan pendidikan," ujarnya.

Markarius berharap seminar tersebut menghasilkan rekomendasi serta strategi pembelajaran BMR yang adaptif, menarik, dan aplikatif sehingga nilai-nilai budaya Melayu dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.

"Kepada para guru dan praktisi pendidikan, mari jadikan momentum ini untuk menyamakan persepsi dan memperkaya metode pembelajaran dalam mewariskan nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada generasi penerus," pesan Ketum DMDI kota Pekanbaru.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. Irpan Maidelis, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian upaya memperkenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya Melayu kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Sebelum seminar digelar, kami juga telah melaksanakan sejumlah perlombaan bernuansa budaya, di antaranya kompang, rebana, dan da'i cilik. Seminar ini diikuti para guru tingkat SD dan SMP, pemerhati budaya, pengawas sekolah, serta para ahli di bidang kebudayaan," sebut Irfan.

Ia menegaskan, Budaya Melayu Riau harus menjadi bagian dari jati diri masyarakat Kota Pekanbaru. Karena itu, pelestarian tradisi dan kebiasaan Melayu perlu terus diperkuat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

"Kita ingin Budaya Melayu Riau menjadi jati diri masyarakat Kota Pekanbaru. Jangan sampai tradisi dan kebiasaan Melayu hilang. Mari kita tingkatkan kecintaan terhadap budaya daerah," tutup Irfan.

Dengan demikian, melalui berbagai kegiatan tersebut, DMDI Pekanbaru berharap semangat melestarikan warisan budaya Melayu semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus diwariskan kepada generasi mendatang. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-dmdi-pekanbaru-gelar-seminar-budaya-melayu-riau-perkuat-identitas-budaya-generasi-muda.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)