Dewan Pendidikan Riau Kunjungi SMA dan SMK Terbaik di Indonesia

Logo
Dewan Pendidikan Riau yang melakukan studi banding ke Dikpora dan Dewan Pendidikan Yogyakarta 6-8 Desember ini juga menggali seputar pengalaman dan hal-hal teknis lainnya yang dilakukan dinas terkait.

RIAUHITS.COM, YOGYAKARTA -  Termotivasi dari prestasi yang diraih SMAN 3 Yogyakarta dan SMKN 6 Yogyakarta, membuat Dewan Pendidikan Provinsi Riau (DPPR) melakukan kunjungan dan menggali kiat sukses dua sekolah ini. Sebelumnya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarya (DIY) juga merekomendasi untuk sharing di dua sekolah itu. Kunjungan ini menjadi rangkaian Studi Banding dan FGD Dewan Pendidikan Riau selama tiga hari 6-8 Desember 2022 di kota pelajar ini.


Kepala Dikpora Provinsi DIY Dr Didik Wardoyo SEM.Pd menyebutkan, saat ini pihaknya lebih fokus meningkatkan kemampuan anak didik dalam berprestasi, bahkan mentargetkan untuk unggul di kawasan Asia. ‘’Kami ingin capai bersama Dewan Pendidikan Provinsi Yogyakarta untuk meraih prestasi di satuan pendidikan. Kini sedang giat untuk mewujudkan pendidikan berbasis budaya terkemuka di Asia Tenggara,’’ katanya. Selain itu, dia juga menyebutkan saat ini yang sedang disosialisaikan adalah program membangun ke Khasan Pendidikan Yogyakarta.

Dewan Pendidikan Riau yang melakukan studi banding ke Dikpora dan Dewan Pendidikan Yogyakarta 6-8 Desember ini juga menggali seputar pengalaman dan hal-hal teknis lainnya yang dilakukan dinas terkait. Sebab, saat ini Pemprov Riau juga sedangkan membumikan muatan lokal Budaya Melayu Riau (BMR) di sekolah-sekolah, mulai dari SD hingga SMA.

Selain itu, DPPR juga ingin melihat dari dekat cara dan kiat keberhasilan yang diraih sekolah unggulan di Yogyakarta. ‘’Kita belajar bagaimana sekolah-sekolah di Yogya ini mewujudkan prestasi nasional. Beberapa diantaranya berhasil raih prestasi yang maksimal. SMAN 3 misalnya bisa masuk ke dalam peringkat 10 besar se-Indonesia. Kita ingin tahu sisi mengelola proses belajar dan mengajar, hingga dukungan berbagai pihak yang ikut membantu kemajuan sekolah ini. Ini yang akan coba kita wujudkan di Riau,’’ sebut salah seorang anggota DPPR Fauzan Msi. Menurut dosen UIN Susqa Riau ini, konsistensi dan komitmen bersama dari stake holder, bisa membuat sekolah ini berjalan di track nya. Dia mencontohkan PPDB yang berjalan mulus setiap tahun, komite sekolah, alumni dan komite sekolah yang turut serta untuk memajukan SMAN 3 ini. ‘’Di Riau cara seperti ini sudah berlangsung juga. Tapi setiap tahun, PPDB sepertinya bermasalah terus. Nampaknya di Yogyakarta, tidak banyak tarik ulur kepentingan seperti di Riau. Di sisi lain, SMAN 3 Yogyakarta ini ternyata tetap memperoleh dana bantuan orangtua dari komite sekolah. Cuma caranya yang tidak dipatok dan ditetapkan besarannya. Makanya dengan dukungan berbagai pihak, mereka bisa maju, begitu pula hendaknya di Riau nantinya’’ lanjut Fauzan lagi.

Dalam pada itu, Kepala SMAN 3 Yogyakarta DR Kusworo SPd MPd bercerita banyak seputar model PPBD dan peningkatan mutu di sekolahnya. ‘’Kami sangat terbantu dengan sumbangan dan dukungan orangtua, komite dan alumni. Ada gedung yang disumbangkan oleh alumni hasil dari donasi, banyak juga beasiswa. Sehingga ini akan memperkuat untuk mencapai hasil maksimal. Sementara itu, kami juga berkomitmen bahwa guru di sekolah ini harus terus memacu diri untuk berprestasi. Di SMAN 3 Yogya ini, guru yang sudah S-2 mencapai 60 persen lebih. Saya berharap guru yang kompeten, akan melahirkan siswa berprestasi,’’ sebutnya.

Ditanyai seputar PPDB yang dan standar penerimaan siswa baru, dia menjelaskan pihaknya sudah memiliki jalur tersendiri bagi siswa untuk masuk disekolah ini. ‘’Jadi kalau sudah dibuat aturannya, ya harus dipatuhi bersama. Tidak boleh di sekolah ini ada titipan dari manapun. Nilai yang menjadi pedoman utama,’’ sebutnya. Dengan kapasitas yang ada, sekolah ini menerima hanya menerima 252 orang yang terdiri 6 kelas IPA dan satu kelas IPS setiap tahunnya.
    
Sekolah lainnya yang dikunjungi Dewan Pendidikan Riau adalah SMKN 6 Yogyakarta. Sekolah ini sudah memiliki stardar internasional. Bahkan saat ini sudah mampu dijadikan sebagai sekolah percontohan di Indonesia yang sudah menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). ‘’Ini sesuatu yang baru. Kita ingin sekolah kejuruan di Riau juga mengarah pada hal ini. Tidak hanya beprestasi, tapi juga mampu menyiapkan tamatannya untuk dibisa diterima di dunia kerja. Konsep hubungan Dunia Kerja, Dunia Industri nya berjalan baik. Dibeberapa sekolah di Riau juga sudah melakukan menerapan ini, tapi belumlah sampai pada tingkatan BLUD ini. Kita akan dorong hal ini juga bisa diterapkan di Riau. Kami dapat banyak masukan dan cara untuk mewujudkan hal ini,’’ sebut anggota DPPR lainnya Drs Syahruddin MP yang juga mantan pejabat di lingkungan Pemprov Riau.(FSY)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-dewan-pendidikan-riau-kunjungi-sma-dan-smk-terbaik-di-indonesia.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)