Pilkada 2020, ASN, Lurah, dan Penghulu se-Rohil Ikrarkan Deklarasi Netralitas
- Kamis, 08 Oktober 2020
- 972 likes
Kodim 0321/Rohil melalui Babinsa koramil 01/Bangko Bantu Warga Bangun Tempat Wudhu
- Kamis, 08 Oktober 2020
- 972 likes
(RIAUHITS.COM) PASIR PENGARAIAN - Massa dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Negeri Rokan Hulu berdemo di gedung DPRD Kabupaten Rokan Hulu, Jalan Panglima Sulung, Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah pada Kamis (8/10/2020). Aksi ini dalam rangka menolak Undang-Undang Cipta Kerja.
Sempat berjalan kondusif, aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan mahasiswa yang berasal dari 9 organisasi masyarakat dan kemahasiswaan, seperti PMII, HMI, SAPMA PP, Himarohu, Presma UPP, KMK UPP, IPNU Rohul, IMR UIR, dan IMR UIN ini kemudian ricuh. Sebelumnya, para mahasiswa bergantian memberikan orasi penolakan UU Omnibuslaw yang disahkan DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu itu.
Mahasiswa dalam orasinya menilai Undang-undang Cipta Kerja menunjukkan keberpihakan DPR terhadap konglomerat dan asing serta tidak mencerminkan keperpihakan terhadap rakyat kecil dan buruh. Namun, setelah 30 menit berorasi, situasi mulai memanas.
Hal itu terjadi ketika ribuan mahasiswa mencoba merangsek masuk ke dalam gedung DPRD Rohul yang sudah dipagar betis oleh aparat kepolisian dan Satpol PP. Setelah bernegosiasi dengan Ketua DPRD Rohul dan Polres Rohul, para pengunjuk rasa diperkenankan masuk dan berorasi di halaman parkir Kantor DPRD Rohul.
Massa pun mulai menyampaikan orasi kembali sambil membakar ban bekas. Setelah berorasi, sekitar pukul 15.30 WIB, massa kemudian meminta untuk masuk ke Gedung DPRD Rohul. Akan tetapi, lantaran terbatasnya kapasitas ruangan paripurna, Ketua DPRD Rohul meminta hanya perwakilan saja masuk ke Gedung DPRD Rohul. Ketika sudah ditemui kesepakatan, tiba-tiba lemparan botol minum air mineral plastik mendarat ke aparat kepolisian yang berjaga.
Lama-kelamaan, pelemparan itu menjadi banyak. Bahkan, batu-batu besar berterbangan ke arah Gedung DPRD Rohul. Polisi yang sebelumnya berada di depan gedung legislatif itu langsung mendesak massa sehingga menyebabkan massa berhamburan keluar pagar Kantor DPRD Rohul. Untuk membubarkan massa, polisi kemudian menembakkan water canon ke arah kerumunan massa.
Sejumlah mahasiswa sempat diamankan pihak kepolisian ke dalam kantor DPRD Rohul. Di lokasi, Ketua DPRD Rohul Novliwanda Ade Putra bersama Ketua Fraksi PAN Andrizal juga berupaya menenangkan massa. Massa akhirnya kembali menyampaikan orasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja di luar pagar kantor DPRD Rohul dan diterima oleh Ketua DPRD Rohul, Novliwanda Ade Putra.
"Kami terima aspirasi dari kawan-kawan mahasiswa dan kami akan menyampaikan aspirasi kawan-kawan ke DPR RI," ucap Ketua DPRD Rohul, Novliwanda.
Massa akhirnya membubarkan diri. Kendati sempat ricuh, beruntung dalam aksi unjuk rasa ini tidak sampai menimbulkan korban luka.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-demo-tolak-uu-cipta-kerja-di-rohul-sempat-ricuh.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply