APMFI Riau-Kepri Perkuat Mutu Lulusan SMK Farmasi, Dorong DUDI Serap Tenaga Kompeten

Logo
Endria Erman

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Asosiasi Pendidikan Menengah Farmasi Indonesia (APMFI) Koordinator Wilayah Riau-Kepulauan Riau terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi farmasi guna menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.

Ketua Koordinator APMFI Wilayah Riau-Kepri, Endria Erman, S.Si, mengatakan organisasi yang dipimpinnya saat ini menaungi 16 SMK Farmasi negeri dan swasta di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Keberadaan APMFI berperan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus memastikan standar kompetensi lulusan tetap terjaga.

Menurut Endria, APMFI memberikan berbagai pedoman dan acuan bagi sekolah-sekolah farmasi, khususnya dalam pelaksanaan mata pelajaran produktif. Pendampingan tersebut mencakup penyusunan kurikulum, pengembangan bahan ajar, hingga penyediaan buku pelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu farmasi.

"APMFI memiliki penerbit buku pelajaran yang bernama Permates. Kehadiran penerbit ini bertujuan membantu sekolah-sekolah farmasi dalam menyediakan bahan ajar yang berkualitas sehingga peserta didik lebih mudah memahami dan menguasai ilmu pengetahuan di bidang farmasi," ujar Endria.

Selain mendukung proses pembelajaran, APMFI juga berperan sebagai koordinator dalam pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) atau sertifikasi kompetensi bagi siswa SMK Farmasi. Pelaksanaan sertifikasi tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komunitas Farmasi Indonesia.

"Meski demikian, pelaksanaan ujian kompetensi tetap dilakukan di masing-masing sekolah yang telah memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK). Sistem ini memungkinkan proses asesmen berjalan lebih efektif sekaligus memastikan peserta didik memperoleh pengakuan kompetensi sesuai standar profesi yang berlaku," sebutnya.

Endria menegaskan bahwa lulusan SMK Farmasi memiliki kompetensi yang layak untuk bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, pihaknya berharap Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi lulusan farmasi untuk berkarier dan mengembangkan kemampuan mereka.

"Kami berharap DUDI dapat merekrut lulusan SMK Farmasi karena mereka memiliki kompetensi yang baik. Kurikulum yang diterapkan juga tetap mengacu pada standar yang berlaku di bidang kesehatan tanpa mengurangi ketentuan yang telah ditetapkan," kata Endria.

Melalui sinergi antara sekolah, organisasi profesi, lembaga sertifikasi, dan dunia industri, APMFI optimistis lulusan SMK Farmasi di Riau dan Kepulauan Riau akan semakin siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-apmfi-riaukepri-perkuat-mutu-lulusan-smk-farmasi-dorong-dudi-serap-tenaga-kompeten.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)