130 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Pekanbaru Sepanjang Tahun 2019

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pada tahun 2019 lalu, terdapat 130 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Pekanbaru. Dalam catatan Unit Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Pekanbaru, pada tahun lalu, kekerasan tertinggi ada di Kecamatan Tampan, yang mencapai 20 kasus. Sementara itu, kecamatan lainnya yang cukup banyak kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan ada di Kecamatan Tenayan Raya, 17 kasus.

Lalu, ada Kecamatan Payung Sekaki dan Kecamatan Rumbai dengan masing-masing 14 kasus. Diketahui, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Pekanbaru membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di kecamatan, yang tujuannya adalah mencegah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Jadi, ke depan PATBM diharapkan bisa mengidentifikasi kasus anak yang terjadi di lingkungannya," ucap Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP3A Kota Pekanbaru, Sarkawi, Senin (6/1/2020).

Nantinya, sambungnya, PATBM ini dapat mengidentifikasi kasus kekerasan maupun pelecehan terhadap anak. Ia menambahka, PATBM yang terbentuk di Kota Pekanbaru saat ini mencapai 41.

"PATBM ini terbentuk sejak tahun 2017. Mudah-mudahan tahun ini angka kekerasan terus berkurang," jelasnya.

Pada awal tahun 2017, terangnya, terdapat 10 PATBM. Kemudian, setahun berikutnya ada penambahan 5 PATBM. Lalu, pada tahun 2019 terbentuk 26 PATBM. Ditargetkan DP3A, PATBM nantinya terbentuk di seluruh kelurahan.

"Pembentukan PATBM adalah upaya kami mewujudkan Pekanbaru sebagai Kota Layak Anak, kota yang bebas dari kekerasan terhadap anak," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-130-kasus-kekerasan-terhadap-anak-terjadi-di-pekanbaru-sepanjang-tahun-2019.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)