Wujudkan Rumah Besar Paguyuban Jawa : Ketum IKJR Kampriwoto Gerak Cepat

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU -  Pasca Kongres Luar Biasa Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR) tanggal 26 April 2026, Ketua Umum IKJR Kampriwoto mengundang Ketua-ketua paguyuban Jawa di Riau.

Pertemuan dengan payuguban ini untuk melakukan penyusunan kepengurusan DPP IKJR Masa Bakti 2026-2031, sekaligus pembubaran Panitia Kongres Luar Biasa (KLB) IKJR yang dilaksanakan di sekretariat IKJR Jalan Sukarno Hatta Kav 169, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. 

Ketua Panitia Kongres Luar Biasa Ikatan Keluarga Jawa Riau Ns. H. Widodo, S.Kep, SH dalam laporannya menyampaikan, bahwa Kongres Luar Biasa IKJR sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana. 

Dikatakan, Kongres Luar Biasa IKJR sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi telah mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IKJR yang baru serta menetapkan H. Suryadi Khusaini, S.Sos, MM sebagai Ketua Majelis Kasepuhan dan  Drs. H. Kampriwoto sebagai Ketua Umum.

Dijelaskannya, dari perwakilan panitia pelaksana mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya dan kerjasama, sehingga kegiatan KLB bisa terlaksana dengan lancar dan sukses. 

"Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur sehingga Kongres Luar Biasa IKJR bisa berjalan. Kami dapat surat tugas tanggal 13 April 2026 untuk melaksanakan KLB tanggal 26 April 2026,  artinya waktunya mepet sekali, tetapi dengan personil kepanitiaan yang ada saya sebagai ketua panitia ‘pede’ untuk mengkordinir acara tersebut. Kami atas nama panitia memohon maaf jika di sana sini banyak kekurangan dan dengan laporan pertanggungjawaban ini kami mohon kepada Ketua Umum agar membubarkan kepanitian," jelas Widodo.

Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Jawa Riau Drs. H. Kampriwoto dalam sambutannya menyampaikan, penghargaan dan terima kasih kepada painitia yang  sukses menyelanggarakan Kongres Luar Biasa IKJR dan secara resmi membubarkan kepanitiaan. 

Selanjutnya beliau mengajak seluruh unsur yang terlibat dalam kepanitiaan untuk membantu dalam kepengurusan DPP IKJR bersama utusan-utusan paguyuban.

“Kongres Luar Biasa sudah selesai dan telah menetapkan AD/ART baru dimana anggota IKJR sekarang adalah Paguyuban bukan orang perorang. Artinya IKJR ada karena ada paguyuban-paguyuban yang menjadi soko gurunya. Kalau Paguyuban-paguyuban tidak ada lagi maka IKJR kita bubarkan saja," jelas dia.

Kampriwoto juga mengucapkan terima kasih kepada 36 paguyuban yang berkomitmen untuk bersama-sama membangun kejayaan IKJR kembali. 

Kampriwoto menyebutkan, melihat antusiasme paguyuban-paguyuban untuk sama-sama ‘nyengkuyung’ IKJR jiwa ‘Bonek’ dirinya meronta-ronta untuk membangun IKJR kembali dan berkontribusi untuk kemajuan peradaban Jawa di Riau.

Acara dilanjutkan sosialisasi AD/ART IKJR hasil Kongres Luar Biasa yang disampaikan DR. Santoso  selaku Ketua Team Revisi AD/ART yang juga Pimpinan Sidang KLB IKJR Tahun 2026.  

Dari pemaparan Santoso, mmang ada perbedaan mendasar antara AD/ART sebelumnyan dengan AD/ART IKJR Hasil KLB.

Yakni pada point keanggotaan dimana dulu keanggotaan IKJR adalah orang perorang dan Paguyuban, sementara yang sekarang keanggotaannya adalah Paguyuban. 

Perubahan ini memberi konsekuensi Paguyuban memiliki suara dalam pengambilan keputusan (Kongres, red).

"Mengacu pada AD/ART baru, maka IKJR tidak akan berebut anggota dengan paguyuban yang ada, malahan paguyuban akan mampu tumbuh bersama karena kepengurusan IKJR adalah utusan-utusan paguyuban, sehingga individu-individu yang potensial dan berminat menjadi pengurus IKJR wajib melalui paguyuban yang ada," sebut dia.

Kemudian, untuk kengurusan IKJR berdasarkan AD/ART hasil KLB terdiri dari tiga unsur yang menjadi satu (Tri Tunggal Eka Bakti), yakni Majelis Kasepuhan, Dewan Pakar dan Dewan Pimpinan Pusat .

Pada sesi diskusi dan tanya jawab beberapa ketua paguyuban dan tokoh masyarakat menyampaikan masukan antara lain M. Nur Hidayat Ketua Ikawangi Sumatera Group, Dr. Kusnadi IKB Jateng, Dukut Tri Sadono dan Maryono KWS serta Dr. Suwarto Tokoh Jawa Bengkalis yang juga Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bengkalis. 

Acara diskusi yang dipandu oleh Ibu Karsinem Subowo Ketua Paguyuban Kulonprogo cukup hangat dengan masukan-masukan yang sangat konstruktif. 

Dr. Kusnadi dari IKB Jateng menyampaikan agar anggota Majelis Kasepuhan diisi oleh tokoh ‘Sepuh’ bukan semata-mata dari umur tetapi lebih kepada latar belakang pengalamannya. 

Tokoh Jawa Bengkalis Dr. Suwarto mengharapkan agar Kiprah Dewan Pakar IKJR betul-betul dirasakan oleh keluarga besar Jawa Riau Khususnya dan Masyarakat Riau pada umumnya. 

Secara rutin Dewan Pakar IKJR harus mampu menghasilkan kajian-kajian untuk menjadi bahan rekomendasi kepada pemangku kepentingan (stakeholder) Provinsi Riau. 

Pendiri IKJR Ir. H. Sudirno, MM dalam nasehatnya menyampaikan dengan usainya KLB IKJR maka kerja kita baru dimulai. 

"Saya yakin dengan melihat semangat Ketua-Ketua Paguyuban, maka kebangkitan IKJR masalah waktu. Kami para pendiri dan deklarator akan mengawal kelahiran kembali IKJR dari “Kamar” Majelis Kasepuhan agar jalannya kepengurusan ‘jejeg’ dan lurus sesuai dengan cita-cita luhur berdirinya IKJR tahun 2005," pungkasnya.

Hadir pada acara rembug paguyuban dan pembubaran panitia antara lain Sunardi Ketua Umum Makarti, Husri Biantoro Pawon, Darmo Wajadila, Sukatno Pacitan, Anak Rantau Pacitan (ARPAC), Maryono dan Dukut KWS, Karsinem Subowo Kulon Progo, Nur Hidayat Ikawangi, Warsito JKC, Slamet Paguyuban Dawet, Gigih Ikat, Aryo Blitar, Widodo PWB, Kusnadi IKB Jateng dan Patri, Yuli Miftahudin Wijaya Kesuma Cilacap, Santoso Pamor, Permasa Jatim, Nganjuk, dll. Acara ditutup dengan photo bersama dan makan bakso bersama yang disajikan oleh Mas Dodo Pandau.***



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-wujudkan-rumah-besar-paguyuban-jawa--ketum-ikjr-kampriwoto-gerak-cepat-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)