Webinar Merajut Nusantara, Ketika Kecepatan Teknologi Berhadapan Dengan Akurasi dan Etika Pers

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) perlahan mengubah cara kerja dunia jurnalistik, teknologi ini menawarkan kecepatan dalam mencari, mengolah, hingga memproduksi informasi. 

Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan yang tidak kalah serius, mulai dari persoalan akurasi, keamanan data, etika, independensi pers, hingga kebutuhan akan regulasi.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar/Webinar Merajut Nusantara yang digelar Anggota DPR RI periode 2024–2029, Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc., MA. yang berlangsung secara daring melalui Zoom itu diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan insan pers di berbagai daerah di Provinsi Riau.

Mengangkat tema “Jurnalis di Era AI: Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital dan Regulasi”, webinar tersebut menjadi ruang diskusi bagi para jurnalis untuk memahami perkembangan AI sekaligus melihat peluang dan tantangan pemanfaatannya dalam aktivitas jurnalistik.

Syahrul Aidi mengatakan, perkembangan teknologi digital harus diikuti dengan peningkatan kemampuan dan kesadaran penggunanya, terutama di kalangan insan pers. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam kerja jurnalistik tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga harus tetap berpijak pada akurasi dan tanggung jawab jurnalistik.

"Jurnalis di era AI menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Teknologi memang dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi proses verifikasi, independensi, keamanan data, dan tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada publik tetap menjadi hal penting," ungkap Syahrul Aidi.

Politisi PKS ini menambahkan, perkembangan AI membuka sejumlah peluang dalam proses jurnalistik. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pencarian informasi, mengolah data, hingga mendukung produksi konten.

"Pemanfaatan AI tetap membutuhkan kontrol dan kemampuan profesional dari jurnalis. Tanpa kehati-hatian, penggunaan teknologi justru berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama ketika informasi yang dihasilkan tidak melalui proses pemeriksaan yang memadai," sebut Syahrul Aidi.

Karena itu sebutnya, kemampuan jurnalistik tetap menjadi fondasi utama. AI dapat menjadi alat bantu, tetapi keputusan mengenai informasi yang layak dipublikasikan tetap membutuhkan pertimbangan profesional, verifikasi, serta tanggung jawab kepada publik.

"Bagi dunia jurnalistik, kehadiran AI pada akhirnya bukan sekadar persoalan teknologi, melainkan juga menyangkut profesionalisme dan tanggung jawab terhadap publik," ucap Syahrul Aidi.

"Kecepatan produksi informasi yang ditawarkan oleh AI, perlu diimbangi dengan proses verifikasi yang ketat. Jurnalis juga dituntut menjaga independensi, melindungi data, memahami keamanan digital, serta memastikan setiap informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya.

Webinar Merajut Nusantara sendiri merupakan bagian dari kegiatan literasi dan edukasi digital yang diselenggarakan pemerintah bersama berbagai mitra terkait, termasuk kalangan legislatif.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, aman, dan produktif. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat di era digital turut menjadi bagian dari materi literasi.

Dalam aspek kecakapan digital, pembahasan mencakup pemanfaatan perdagangan elektronik (e-commerce) serta strategi pengembangan bisnis berbasis teknologi informasi.

Sementara dari sisi keamanan digital, masyarakat didorong memahami penggunaan teknologi finansial (fintech) secara bijak sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap keamanan anak ketika beraktivitas di berbagai platform digital.

Aspek budaya dan etika digital juga menjadi perhatian. Masyarakat didorong menciptakan ruang digital yang santun dan aman serta mencegah terjadinya perundungan siber (cyberbullying).

Pemahaman terhadap pilar-pilar literasi digital dinilai penting agar masyarakat tidak sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko, etika, dan tanggung jawab yang menyertainya.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami perkembangan teknologi digital dan mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab, baik dalam menjalankan tugas jurnalistik maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, kemajuan teknologi diharapkan dapat menjadi alat pendukung bagi kerja jurnalistik, bukan menggantikan prinsip-prinsip dasar pers sehingga kecepatan yang ditawarkan AI tetap berjalan beriringan dengan akurasi, etika, independensi, dan kepentingan publik. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-webinar-merajut-nusantara-ketika-kecepatan-teknologi-berhadapan-dengan-akurasi-dan-etika-pers.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)