Tinjau Kebun Binatang Selatbaru Bengkalis, Ini Kata Tim dari Kementerian LHK

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) BENGKALIS - Untuk meninjau Kebun Binatang Selatbaru, pada Kamis (17/6/2021) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menurunkan tim melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) serta Ditjen Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH).

Tujuan kunjungan ini adalah untuk memastikan keberadaan fisik satwa serta lokasi Kebun Binatang Selatbaru yang akan difungsikan kembali Pemkab Bengkalis dengan dibantu Ditjen Kementerian LHK serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) Riau.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari keseriusan Pemkab Bengkalis bersama BB KSDA Riau yang sebelumnya telah melakukan tinjauan serupa guna memfungsikan kembali taman rekreasi yang terletak tak jauh dari Pantai Selatbaru ini ditunjukkan dengan menurunkan langsung tim dari Kementerian LHK ke Negeri Junjungan Bengkalis.

Adapun tim dari Kementerian LHK terdiri dari Pengendali Ekosistem Hutan Ditjen KSDAE Herdiana, Staf Ditjen Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Leny Hapsari Dewi serta Kepala seksi Pemanfaatan Dan Pelayanan BB KSDA Riau Arry Purnama Setiawan. Mereka disambut oleh Wabup Bengkalis Bagus Santoso. Rombongan kemudian menuju kebun binatang Selatbaru.

Tim Kementerian LHK dan BB KSDA Riau dalam kunjungannya melihat kondisi bekas kandang binatang yang dulunya digunakan di kebun binatang berdekatan dengan pantai Selatbaru. Kebun binatang ini masih dihuni dua ekor buaya dan seekor kura-kura yang sehat. Di samping itu, terlihat gerombolan monyet-monyet liar yang mencari makan di sekitaran bekas taman wisata ini.

Menurut Pengendali Ekosistem Hutan Ditjen KSDAE, Herdiana, kebun binatang yang sudah terbentuk ini memiliki stuktur yang baik, yakni kandang-kandang telah memenuhi standar. Meski demikian, disarankannya agar di kebun binatang degan luas 7 hektare itu, selain kandang-kandang, juga perlu ditambahkan paket hiburan lainnya.

"Sebaiknya dibarengi dengan pengelolaan merchandise, restoran, atau resort agar tidak hanya mengandalkan tiket saja," ucapnya.

Mengenai pengelolaannya, sejalan dengan BB KSDA Riau, Kementerian LHK turut menyarankan untuk dikelola oleh pihak ketiga yang diharapkan akan lebih maju dan berkembang.

"Kenapa kami tidak menyarankan taman satwa dikelola oleh dinas karena ketika dinas maka otomatis pangannya akan diambil oleh APBD. Permasalahannya, dana tidak akan keluar jika sisa bayar tidak menjadi aset. Nah, di situ tidak bisa satwa yang dilindungi menjadi aset pemerintah daerah," terangnya.

Di sisi lain, sebagai antusiasme masyarakat dan pemerintah, Camat Bantan, Supandi, mengatakan bahwa masyarakat akan senang dengan akan hidupnya kembali kebun binatang Selatbaru.

"Dengan rencana ini, masyarakat serta pemerintah jelas sangat mendukung karena hal ini selain menguntungkan Pemkab karena kehadiran wisatawan baik dalam  maupun luar, juga menguntungkan masyarakat yang bakal memanfaatkan momentum ini," sebutnya.

Wabup Bengkalis, Bagus Santoso, mengharapkan, dengan kehadiran tim dari Kementerian LHK dan BB KSDA Riau ini maka ada perbaikan secara menyeluruh di kebun binatang milik Bengkalis ini.

"Ini merupakan penghormatan dan penghargaan besar bagi kami pasangan Kasmarni-Bagus Santoso (KBS) atas sinergitas pemerintah provinsi serta pemerintah pusat yang meching in line untuk kembali menghidupkan fungsi dari wisata Selatbaru ini," katanya.

Harapannya, sinergi ini akan terjalin baik sehingga terwujudnya keinginan bersama memfungsikan kembali kebun binatang Selatbaru.

"Mudah-mudahan kami akan terus bersinergi. Kami tidak hanya menjual wisata ini, tapi pada prinsipnya ini adalah tempat rekreasi yang diharapkan masyarakat di Kabupaten Bengkalis, terutama di pulau, sehingga potensi lokal akan terangkat," tuturnya.

Ditegaskannya, pihaknya akan menggesa pembenahan. Ia pun berharapa Kementerian LHK secepatnya membantu Pemkab Bengkalis sehingga cita-cita bersama masyarakat di kabupaten Bengakalis akan tercapai. Dalam peninjauan ini turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Olahraga Anharizal, Kabid Perencanaan Pembangunan dan Evaluasi (PPE) Bappeda Firdaus, dan Kabid Sumberdaya Air PUPR Irjauzi.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)