Terus Menjaga Semangat Membaca, Dispusip Gelar Festival Literasi Pekanbaru 2026

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam membangun masyarakat yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing terus diperkuat melalui penyelenggaraan Festival Literasi Kota Pekanbaru 2026 yang Mengusung tema “Pekanbaru Bestari” merupakan akronim dari Berbudaya, Sejahtera, Aman, Ramah, dan Inovatif.

Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si, festival berlangsung sepanjang Maret hingga Agustus 2026 dengan menghadirkan beragam kegiatan edukatif yang menjadikan perpustakaan sebagai pusat informasi, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat.

Festival Literasi Kota Pekanbaru merupakan implementasi nyata dari kebijakan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dicanangkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. 

Melalui pendekatan tersebut, perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi buku, melainkan ruang belajar sepanjang hayat (lifelong learning) yang mendorong peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Melahirkan Karya dan Talenta Literasi

Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sejak April 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan masyarakat, khususnya pelajar dan pegiat literasi.

Salah satunya adalah Lomba Menulis Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Tenas Effendy bertema lingkungan hidup yang diikuti oleh 50 peserta didik tingkat SMP/MTs negeri se-Kota Pekanbaru. Dari kegiatan ini lahir sebuah karya kolektif berupa buku kumpulan resensi berjudul “Bumi Membaca Kita”, yang menjadi bukti kemampuan generasi muda dalam mengolah gagasan melalui literasi.

Selain itu, Dispusip Kota Pekanbaru juga menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang menghasilkan buku “Bunga Rampai Wajah dan Budaya Pekanbaru”. Karya tersebut direncanakan akan diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai kontribusi penting dalam pelestarian budaya daerah.

Kreativitas masyarakat juga terlihat dalam Lomba Video Konten Literasi yang diikuti oleh 32 peserta dari berbagai kalangan. Kompetisi ini menghasilkan tiga karya video terbaik yang dapat diakses melalui platform YouTube sebagai media edukasi dan kampanye literasi digital.

Upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dilakukan melalui Bimbingan Teknis Literasi Informasi yang diikuti oleh 150 peserta yang terdiri atas pegiat literasi, pustakawan, dan guru. Kegiatan ini membekali peserta dengan kemampuan mengakses, mengelola, dan memanfaatkan informasi secara efektif di era digital.

Sementara itu, Lomba Bertutur yang diikuti oleh 48 murid SD/MI dan 40 murid SMP/MTs berhasil melahirkan generasi muda penutur cerita Melayu yang kreatif, segar, dan inovatif. Dari kompetisi tersebut terpilih enam murid SD/MI serta tiga murid SMP/MTs sebagai penampil terbaik yang mampu menghadirkan cerita rakyat dengan pendekatan yang menarik dan relevan bagi generasi masa kini.

Puncak Festival Perkuat Ekosistem Literasi

Puncak rangkaian Festival Literasi Kota Pekanbaru 2026 menjadi ajang konsolidasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan literasi secara berkelanjutan.

Berbagai kegiatan strategis digelar, di antaranya Sosialisasi Budaya Gemar Membaca yang diikuti oleh 176 murid SD dan SMP, sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap buku sejak usia dini.

Momentum penting lainnya adalah Pengukuhan Forum Komunikasi Pegiat Literasi Kota Pekanbaru serta Pencanangan Gerakan Literasi Kota Pekanbaru yang diharapkan menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan budaya baca dan literasi masyarakat.

Dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia berbasis literasi, Dispusip Kota Pekanbaru juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan lima fakultas dari sejumlah perguruan tinggi di Pekanbaru, yakni FKIP Universitas Riau, FTK UIN Sultan Syarif Kasim Riau, FIB Universitas Lancang Kuning, FIPV Universitas Lancang Kuning, dan FKIP Universitas Islam Riau.

Pada kesempatan yang sama, Dispusip memberikan penghargaan hasil Pengawasan Kearsipan melalui Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) kepada enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai bentuk apresiasi terhadap tata kelola arsip yang baik.

Puncak festival turut menghadirkan kegiatan Wicara Literasi bersama narasumber Michiko Frizdew, S.I.Kom., M.I.Kom. dan Chandra Alfindodes, M.Pd. yang diikuti oleh 120 pegiat literasi dari berbagai latar belakang. Forum ini menjadi ruang berbagi gagasan dan inspirasi tentang pentingnya literasi dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Menjaga Api Literasi Tetap Menyala

Semangat Festival Literasi Kota Pekanbaru tidak berhenti pada rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan. Sebagai bentuk keberlanjutan program, Dispusip Kota Pekanbaru telah menjadwalkan Lomba Perpustakaan SD dan MTs se-Kota Pekanbaru yang akan diselenggarakan pada Agustus 2026.

Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru menunjukkan keseriusannya dalam membangun masyarakat pembelajar yang adaptif, kreatif, dan berbudaya. Festival Literasi Kota Pekanbaru 2026 bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan bersama untuk menciptakan generasi yang mampu menjadikan literasi sebagai fondasi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semangat “Pekanbaru Bestari”, literasi diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan yang menghubungkan pengetahuan, budaya, dan inovasi demi masa depan Kota Pekanbaru yang lebih maju dan berdaya saing. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-terus-menjaga-semangat-membaca-dispusip-gelar-festival-literasi-pekanbaru-2026.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)