Sindikat Penyulingan Minyak Ilegal di Dumai Diungkap oleh Polda Riau

Logo
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi di lokasi penyulingan minyak ilegal di Dumai.

(RIAUHITS.COM) DUMAI - Sindikat penyulingan minyak mentah ilegal yang disuling menjadi bahan bakar minyak berbentuk solar dan bensin diungkap oleh Direskrimsus Polda Riau. Adapun lima orang tersangka, mulai dari pengelola, karyawan, hingga penyuplai ikut diamankan dalam penggerebekan yang dilakukan di Jalan Mataram, Kelurahan Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, pada 2 Juli 2020 lalu.

Menurut Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, pengungkapan perkara penyulingan minyak mentah ilegal ini hasil penyelidikan panjang yang dilakukan oleh pihaknya.

"Awalnya kami mendapat informasi kalau ada dugaan penyulingan minyak ilegal dan salah satunya ada di Provinsi Riau. Namun, kami tidak mengetahui di mana lokasi penyulingan ilegal di Provinsi Riau ini," katanya, Ahad (19/7/2020).

Berdasarkan hasil informasi itu, imbuhnya, pihaknya berhasil mendapat informasi bahwa lokasi penampungan dan penyulingan ini berlangsung di Kota Dumai. Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengungkap lokasi penyulingan.

"Awalnya kami menemukan satu kolam penampungan dan satu tungku penyulingan dan setelah pengembangan, kami mengamankan 3 tungku penyulingan yang lokasinya tidak jauh dari lokasi yang sama," tuturnya.

Kelima tersangka yang diamankan adalah DA dan AW dan tiga orang pekerja penyulingaan. Di sisi lain, tersangka A masih dalam pengejaran. Dalam tindak kejahatan ini, minyak itu dibawa oleh AW yang berasal dari A karyawan PT Artindo Utama (subkontraktor PT CPI) yang menyuplai minyak mentah ini hasil pembersihan sumur bor. Di lokasi, AD bersama tiga pekerjanya mengelola minyak mentah itu menjadi bahan bakar minyak berbentuk bensin dan solar untuk kembali dibawa ke Medan dan Sumatra Barat untuk dijual.

"Setiap bulannya lokasi tersebut bisa menampung 50 ton minyak mentah untuk diolah dan setiap pengolahan bisa memakan waktu selama 30 jam sebelum menghasilkan minyak siap guna," paparnya.

Dari hasil pengembangan awal, setiap penyulingan masing-masing tungku diketahui dapat menampung dan mengelola minyak mentah sebanyak 5 ton, dengan hasil 3 sampai 3,5 ton minyak jadi dalam satu tungku lainnya yang berkapasitas 7 ton menghasilkan minyak berbentuk bahan bakar sekitar 5 ton yang semunya akan dipasarkan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

"Saat ini yang kami amankan, yakni minyak mentah di dalam kolam penampung, mesin robin, dan 14 ton minyak berbentuk solar siap edar," ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam operandinya, minyak mentah yang sudah diolah ini dijemput langsung oleh pelanggan yang membeli minyak itu di lokasi penyulingan.

"Dari pengakuan mereka, kegiatan ini baru berlangsung di awal bulan Juli ini. Namun, (berdasarkan) hasil pengembangan yang kami lakukan, penyulingan ilegal ini sudah berlangsung selama dua tahun. Kami masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap pengungkapan perkara ini dan mudah-mudahan bisa mengungkap lebih dalam lagi perkara ini dan menangkap tersangka lainnya di balik kegiatan ilegal ini," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)