Silaturahmi Ramadhan di Riau, Kapolri Ajak Perkuat Persatuan Hadapi Tantangan Global

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah dinamika global yang kian kompleks saat menghadiri kegiatan Safari Ramadhan di Provinsi Riau pada Selasa (17/03/26) di Mapolda Riau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Titik Soeharto, Muhammad Rahul, serta sejumlah tokoh publik seperti Rocky Gerung. Kehadiran berbagai kalangan ini dinilai sebagai simbol kuatnya kebersamaan dalam keberagaman dengan berbagai elemen masyarakat, tokoh nasional, serta pejabat negara.

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa momentum Ramadhan harus dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin. Ia menyebut kebersamaan ini sebagai “barokah” bagi Bumi Lancang Kuning, sekaligus fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

"Silaturahmi yang terbangun hari ini menjadi bukti nyata bahwa persatuan itu hidup di tengah masyarakat. Ini sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi situasi global yang penuh tantangan," ujar Listyo Sigit.

Ia juga menyoroti kondisi geopolitik dunia yang tengah memanas, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu krisis global serta mengingatkan bahwa ketidakstabilan tersebut dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan keamanan dalam negeri.

Menurut Kapolri, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia terus mengedepankan diplomasi aktif guna mendorong perdamaian dunia. Indonesia, sebagai negara dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif, terus menjalin komunikasi dengan berbagai negara, mulai dari kawasan Teluk, ASEAN, hingga Eropa Barat.

"Selain aspek geopolitik, kita menyinggung dampak ekonomi global, termasuk kenaikan harga minyak akibat terganggunya jalur distribusi internasional. Situasi ini, menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional," jelas Listyo Sigit.

Berbagai langkah strategis telah ditempuh, di antaranya kebijakan penyesuaian tarif perdagangan internasional serta pembukaan akses impor untuk sejumlah komoditas penting. 

Kebijakan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan industri dalam negeri, termasuk sektor tekstil dan semikonduktor, serta melindungi lapangan kerja masyarakat.

Kapolri juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah menghadapi krisis besar saat pandemi COVID-19. Kala itu, kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam memulihkan kondisi nasional.

"Pengalaman tersebut harus menjadi pelajaran. Dalam situasi sulit, kita harus tetap kompak dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan,"  tegas Kapolri.

Ia menambahkan, perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi oleh upaya adu domba yang dapat memicu konflik sosial.

Menutup pernyataannya, Kapolri mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi potensi krisis global, menjaga stabilitas nasional, dan bersama-sama mewujudkan visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

"Berbeda boleh, tetapi persatuan harus tetap dijaga. Hanya dengan kebersamaan, kita bisa menghadapi tantangan dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," tutup Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-silaturahmi-ramadhan-di-riau-kapolri-ajak-perkuat-persatuan-hadapi-tantangan-global.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)