Rakor Pelatihan Sertifikasi Bendahara, Dorong Kemajuan KKMP di Kota Pekanbaru

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperkuat tata kelola Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) melalui  kegiatan Rapat koordinasi (Rakor) Persiapan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi bagi Bendahara Koperasi di Kota Pekanbaru, pada Kamis (08/10/26).

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Ir. H.M. Taufiq Oesman Hamid, M.T., mengatakan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) merupakan kebijakan strategis nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat, mulai dari mendukung swasembada pangan hingga mendorong hilirisasi produk.

“Dengan semakin luasnya fungsi KKMP, tata kelola koperasi harus semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas,” ujar Taufiq seraya mengatakan Langkah ini dinilai penting seiring semakin strategisnya peran KKMP sebagai simpul pelayanan ekonomi masyarakat.

Untuk diketahui, di Kota Pekanbaru terdapat sebanyak 28 lokasi KKMP telah tersedia. Dari jumlah tersebut, 10 lokasi telah selesai 100 persen dibangun, sementara 18 lokasi masih dalam proses penyelesaian. 

"Kami sangat mengapresiasi percepatan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam melakukan verifikasi dan validasi pembangunan gedung KKMP dan telah menyelesaikan penerbitan Berita Acara Verifikasi dan Validasi (BAVV)," jelas Taufiq.

"Untuk diketahui secara keseluruhan, target verifikasi dan validasi KDKMP diseluruh wilayah Provinsi Riau mencapai 417 lokasi, dengan sekitar 322 lokasi telah diverifikasi dan divalidasi," imbuhnya.

Taufiq mengakui pembangunan KKMP di kawasan perkotaan menghadapi tantangan ketersediaan lahan. Prototipe awal mensyaratkan lahan sekitar 1.000 meter persegi, terdiri atas bangunan 600 meter persegi dan area parkir 400 meter persegi, namun buktinya hanya terdapat sedikit lahan yang ada.

"Kami akan mencarikan solusinya dan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Koperasi dan UKM serta Agrinas, terkait ketentuan prototipe terbaru terkait lahan pembangunan fisik KKMP diwilayah perkotaan," ujar Kadisperindagkop UKM Provinsi Riau ini.

Ia juga meminta KKMP yang mulai beroperasi nantinya diarahkan menjadi pusat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, hingga gas elpiji yang disuplai melalui Patra Niaga. Gerai juga dapat menyediakan layanan obat-obatan dan klinik kesehatan masyarakat.

"Dan setelah seluruh proses verifikasi dan validasi gedung rampung, pemerintah akan melanjutkan dengan penempatan manajer koperasi serta pelatihan dan uji kompetensi bagi bendahara KKMP," tutup Taufiq didampingi Kabid Koperasi dan UKM, Disperindagkop UKM Provinsi Riau, Dhita Mayasari, S.E., M.M.

Sementara itu, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mempercepat kesiapan program Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Dari 83 kelurahan, seluruh KKMP telah terbentuk dan melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Dr. TR. H. Zulhelmi Arifin, S.STP., M.Si., CGCAE., saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi bagi bendahara koperasi KKMP.

"Dengan selesainya pembentukan kelembagaan dan pelaksanaan RAT maka tahapan kelembagaan KKMP di Pekanbaru telah rampung," sebut Zulhelmi.

"Namun, dari sisi infrastruktur, pembangunan Gerai KKMP telah dimulai di 28 lokasi. Sebanyak 10 gerai telah selesai, sementara 18 lainnya masih dalam proses pembangunan," imbuhnya.

Ia menambahkan, terdapat 41 lokasi lainnya masih menyesuaikan dengan prototipe terbaru, terutama terkait kebutuhan luas lahan. Kondisi perkotaan menjadi tantangan tersendiri karena ketersediaan lahan kosong seluas 1.000 meter persegi relatif terbatas.

"Ini tentunya kita berharap pertimbangan dari Pemerintah Pusat yaitu Kementerian Koperasi dan UKM RI agar bisa melakukan perubahan terhadap aturan ketentuan prototipe terbaru," sebutnya.

"Kami juga berterima kasih kepada pemerintah Provinsi Riau yang akan menyiapkan dukungan untuk pengisian di gerai KKMP dengan kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, minyak goreng dan tepung. Kebutuhan gas elpiji turut dipersiapkan melalui dukungan Pertamina Patra Niaga, selain rencana penyediaan layanan apotek," jelas Sekdako Pekanbaru.

Ia juga meminta kepada seluruh lurah yang juga menjadi Ketua Pengawas KKMP secara ex-officio untuk memperkuat koordinasi dengan Disperindagkop UKM Provinsi Riau sebagai pembimbing program.

"Koordinasi harus terus diperkuat agar tujuan program KKMP dapat tercapai dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya, didampingi Kadiskop UKM Kota Pekanbaru, Dr. H. Idrus, S.Ag., M.Ag.

Program tersebut, kata Zulhelmi, juga menjadi perhatian Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, yang secara berkala memantau dan menanyakan selalu perkembangan KKMP di setiap kelurahan.

"Bapak Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada tim verifikasi dan validasi serta mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Riau dan Disperindagkop UKM Provinsi Riau atas dukungan terhadap pelaksanaan program KKMP di Pekanbaru," tutup Zulhelmi.

Rapat koordinasi di Pekanbaru tersebut diharapkan menghasilkan pemetaan dan target peserta yang akan mengikuti pelatihan serta sertifikasi kompetensi bendahara KKMP sebagai bagian dari upaya membangun koperasi yang profesional dan berkelanjutan. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-rakor-pelatihan-sertifikasi-bendahara-dorong-kemajuan-kkmp-di-kota-pekanbaru-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)