Puluhan Warga Belanda Sisir Desa Koto Kombu, Kuansing. Ada Apa?

Logo

TELUKKUANTAN, RIAUHITS.COM - Sebanyak 29 orang warga Belanda menyisir Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi, Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran mereka dalam rangka melihat daerah yang dulunya pernah di tempati keluarganya saat peralihan penjajahan dari Belanda beralih ke Jepang.

Ketua Tim SHBSS Belanda Eric Sininghe menyampaikan bahwa kehadiran mereka merupakan napak tilas dan mengenang sejarah para keluarga yang dulunya pernah menetap khususnya di Kuantan Singingi dan juga Provinsi Riau.

"Kami mengunjungi daerah-daerah dimana keluarga kami dulu pernah dipekerjakan paksa oleh Jepang saat peralihan penjajahan dari Belanda ke Jepang. Nah, sekarang kami sudah sampai disini. Kami sangat terharu," kata Eric Sinighe.

Eric Sinighe merasa bangga dan takjub kepada masyarakat Koto Kombu dengan masih tersisanya beberapa peninggalan sisa penjajahan dulu. Salah satu yang dikunjungi puluhan warga Belanda itu adalah sisa rel kereta api yang masih tergeletak di beberapa tempat di Desa Koto Kombu.

Ketika ditanya terkait adanya nama jalur Desa Koto Kombu Sang Ratu Helmina yang menjadi ikon Desa tersebut? Eric Sinighe menyebut bahwa masyarakat Koto Kombu peduli dengan sejarah.

"Iya. Kami juga pernah melihat di media sosial adanya pacu jalur. Kami juga takjub. Kok ada nama ratu kami di perahu panjang di Indonesia. Meski tertulis disitu Ratu Helmina, tapi kami tau maksudnya ratu Wilhelmina. Mungkin penyebutan disini yang disesuaikan dengan nama jalur. Terima kasih masyarakat Koto Kombu. Lain kali kami kesini lagi,"sebut Eric Sinighe.

Sementara, Osvian Putra sebagai pemandu tour menyebutkan bahwa puluhan warga Belanda tersebut merasa terkesan dengan keramahan masyarakat Koto Kombu.

"Mereka sangat senang dengan pelayanan dari pemerintah Kecamatan Hulu Kuantan khususnya Desa Koto Kombu. Masyarakat berbaur dengan tamu yang datang," kata Osvian Putra.

Namun, kata Osvian Putra, pihaknya berharap, dengan kedatangan para turis dari luar kota dan manca negara, masyarakat harus menangkap peluang-peluang ekonomi.

"Apalagi daerah Hulu Kuantan ini masuk dalam daerah yang banyak objek wisata. Nah, ini harus dimanfaatkan masyarakat untuk berjualan baju kaos, miniatur jalur dan souvenir lainnya," kata Osvian.

Puluhan warga itu disambut oleh Sekcam Hulu Kuantan, Eka Handayani, Pj Kades Koto Kombu Syafni Delita, Ketua BPD Rafius, Sekdes Rabdes Kurniawan, Kades Lubuk Ambacang Iid Siswandi, ketua Lembaga Adat Nagori Hulu Kuantan dan Taslim Idrus.


Sekcam Eka Handayani mengucapkan terima kasih atas kunjungan warga belanda ke Desa Koto Kombu. Kunjungan tersebut tentunya akan membawa berkah bagi daerah.

Hal yang sama juga disampaikan Pj Kepala Desa Koto Kombu Syafni Delita. Menurutnya, kehadiran warga Belanda tersebut secara tidak langsung memberi nilai plus terhadap desa.

"Kami merasa terharu dengan kehadiran warga Belanda yang mengkhususkan datang ke Desa Koto Kombu. Mereka juga terharu dengan adanya nama jalur Sang Ratu Helmina. Ya, menimal, nama desa Koto Kombu akan disebut-sebut di Belanda nantinya, kata Syafni Delita. (yas)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-puluhan-warga-belanda-sisir-desa-koto-kombu-kuansing-ada-apa.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)