PTPN IV PalmCo Perkuat Satgas Atasi Karhutla di Kalimantan hingga Sumatra

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan instansi. 

Tak ketinggalan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo turut ambil peran dengan menyiagakan dan mengerahkan ratusan personel regu pemadam kebakaran (Damkar) beserta kelengkapan operasionalnya. Bersama Satuan Tugas (Satgas), mereka berjibaku mengatasi Karhutla di area masyarakat, khususnya di Riau dan Kalimantan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus dukungan terhadap langkah mitigasi yang digagas oleh pemerintah di masing-masing daerah.

"Penanganan kebakaran hutan dan lahan membutuhkan sinergi dari seluruh elemen. Kami berupaya untuk terus mendampingi Satgas di lapangan. Personel dan peralatan yang ada di perusahaan selalu kami siagakan," kata Jatmiko, akhir pekan ini. 

Sebagai langkah deteksi dini, perusahaan juga memfasilitasi pemantauan titik panas melalui ekosistem digital berbasis GeoPalm Dashboard. Platform ini memanfaatkan data satelit, informasi geospasial, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memetakan potensi karhutla di sekitar area operasional.

“Sistem pemantauan ini berfungsi sebagai salah satu lapis peringatan dini (early warning system). Namun, efektivitas penanganannya tetap sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan koordinasi tim gabungan di lapangan pada saat verifikasi serta eksekusi dilakukan," ujarnya.

Dukungan di lapangan diwujudkan melalui pengerahan personel di titik-titik rawan. Di Provinsi Riau, personel pendukung dari PTPN IV PalmC disebar ke Kabupaten Siak, Kampar, dan Indragiri Hulu. Guna menunjang tugas Satgas, tim dibekali peralatan pemadaman mumpuni, seperti mesin pompa air berkekuatan 25 tenaga kuda, nozzle bertekanan tinggi, hingga armada patroli.

Di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, personel PTPN IV PalmCo beberapa waktu lalu bergabung dengan Satgas gabungan dari unsur TNI, Polri dan BPBD. 

Tim gabungan ini bahu membahu menangani kebakaran lahan gambut milik warga dengan luasan kurang lebih 40 hektare. 

Untuk mencapai lokasi, para tim pemadam bahkan harus mengarungi sungai. Pemadaman terbilang cukup menantang karena lokasi dan cuaca yang terik kala itu. Setelah pemadaman, tim bahkan harus menahan lelah karena harus melanjutkan proses pendinginan secara saksama untuk memastikan tidak ada sisa bara di dalam lapisan gambut. 

Upaya gabungan serupa juga diimplementasikan saat melokalisasi titik api di area berbukit seluas 4 hektare di wilayah Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Upaya yang sama juga dilangsungkan di sejumlah titik di Kabupaten Kampar. 

Secara keseluruhan, sedikitnya 660 personel Damkar disiagakan perusahaan untuk melakukan upaya preventif dan preemtif di seluruh Bumi Lancang Kuning.

Sinergi yang sama juga terjalin di wilayah Kalimantan. Di wilayah ini, tim pemadam kebakaran PTPN IV PalmCo berkolaborasi dengan jajaran TNI, Polri, dan BPBD setempat. 

Salah satu implementasinya terlihat saat tim gabungan tersebut turun langsung menangani Karhutla di areal masyarakat yang berlokasi di Kabupaten Pelaihari dan Kabupaten Banjar. Koordinasi lintas instansi ini dilakukan secara terukur guna memastikan api dapat segera dilokalisasi sehingga meminimalisasi eskalasi dampak kabut asap.

Guna mendukung kelancaran operasi gabungan di Kalimantan, kesiagaan armada dan prasarana mitigasi terus dioptimalkan. 

Saat ini perusahaan telah menyiagakan kelengkapan individu sebanyak 594 unit, kelengkapan regu 48 unit, serta peralatan tangan sebanyak 155 unit. Di samping itu, terdapat pompa air dan kelengkapannya sebanyak 80 unit, sarana komunikasi dan transportasi 80 unit, serta 41 unit prasarana deteksi dini cuaca untuk memantau titik panas.

Mendorong Langkah Pencegahan 

Direktur Strategi & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, memaparkan bahwa dukungan perusahaan tidak sebatas pada proses pemadaman saat krisis, tetapi lebih dititikberatkan pada fase prabencana dan pencegahan terpadu.

"Fokus mitigasi kami mencakup penguatan prasarana deteksi dini (AWS/Sistem Pemantauan Cuaca) untuk memetakan risiko, memastikan kelaikan standar sarana penanggulangan bencana, serta melakukan patroli teritorial secara rutin bersama aparat dan instansi terkait," jelas Ugun.

Langkah preventif ini turut melibatkan partisipasi aktif warga melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG). Program ini mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pendekatan ekonomi, di antaranya melalui pembangunan infrastruktur tata air untuk menjaga kelembapan lahan gambut, edukasi praktik pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), serta pendampingan komoditas alternatif penambah nilai ekonomi masyarakat seperti nanas.

"Kecepatan merespons laporan (quick response) menjadi faktor esensial dalam memitigasi bencana ini. Harapannya, dengan sarana penunjang yang memadai serta koordinasi melekat antar-instansi, titik api sedini mungkin bisa diatasi sehingga tidak membawa dampak kerugian yang lebih luas bagi masyarakat dan ekosistem di sekitarnya," tutup Ugun.(izl)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-ptpn-iv-palmco-perkuat-satgas-atasi-karhutla-di-kalimantan-hingga-sumatra.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)