Program Asosiasi Seniman Riau Dapat Dukungan Kadispar Riau

Logo
Kunjungan pengurus Asosiasi Seniman Riau (Aseri) ke kantor Dinas Pariwisata Riau.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Rombongan Pengurus Asosiasi Seniman Riau (Aseri) berkunjung ke kantor Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji (Bandar Serai), Jumat (7/8/2020). Ketua Aseri, SPN Marhalim Zaini, M.A, tampak hadir bersama beberapa pengurus yang baru dibentuk, di antaranya SPN Iwan Irawan Permadi (Ketua Dewan Pengarah), Hary B Kori'un (Anggota Dewan Pengarah), Fedli Aziz (Wakil Ketua), dan Aristofani Fahmi (Sekretaris Jenderal).

Kemudian, juga hadir Furqon LW (Bendahara), Willy Fwi (Ketua Bidang Program dan Ekonomi Kreatif), Bens Sani (Ketua Bidang Jejaring dan Kerjasama), Jimmi Wijaya, Eko Fazra, M. Andika, David, dan sejumlah pengurus lainnya.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dispar (Kadispar) Riau, Roni Rakhmat, menyatakan dirinya mendukung (Aseri) untuk ikut serta membangun dunia kesenian dan pariwisata Riau.

Disampaikannya, dirinya akan merangkul semua pihak yang ingin ikut membangun dunia kesenian dan pariwisata. Hal itu selagi memberikan dampak positif bagi dunia kesenian dari pariwisata di Bumi Lancang Kuning.

Aseri, imbuhnya, dapat menjadi mitra dalam beberapa program yang dimiliki Dispar Riau. Atau, sambungnya, Aseri memiliki program sendiri yang dapat disinergikan dengan lembaga yang ia pimpin, yakni Dispar.

“Kami bisa bersinergi, sama-sama mencari solusi apa yang bisa kami lakukan untuk mengembangkan dunia kesenian dan kepariwisataan Riau,” ucapnya dalam diskusi bersama pengurus Aseri.

Dikatakan Marhalim, keberadaan Aseri bukan hendak bersaing dengan lembaga kesenian atau kebudayaan yang ada di Riau, melainkan untuk bersama-sama bersinergi membangun dunia kesenian Riau. Adapun cita-cita utamanya, yakni membawa seniman Riau dari semua cabang dan genre seni agar menjadi pekerja seni yang bermartabat.

“Aseri muncul berawal dari kegelisahan bersama, terutama saat wabah corona melanda. Dalam kondisi begini, seniman yang selama ini menggantungkan hidupnya dalam dunia seni yang digelutinya, terdampak sangat parah,” katanya.

Marhalim mengungkapkan, banyak seniman yang kehilangan pekerjaan sebab hampir semua kegiatan seni dihentikan. Ia memandang, dalam kondisi demikian, pemerintah, dalam hal ini Pemprov Riau, tidak mengambil peran untuk membantu para seniman, contohnya membuat program kesenian yang membuat seniman dapat bekerja lagi dan mampu menghidupi diri.

“Hal itulah yang membuat individu-individu merasa senasib dan kemudian memunculkan ide mendirikan wadah Aseri ini untuk berjuang dan menyuarakan aspirasi agar seniman diperhatikan pemerintah sebab dunia seni juga ikut dalam proses pembangunan sumber daya manusia,” paparnya.

Diketahui, hal terkait penggunaan gedung-gedung kesenian, misalnya Anjung Seni Idrus Tintin (ASIT), yang selama ini harus berbayar, yang dirasa berat oleh para seniman, juga dibahas dalam pertemuan ini. Harapan Aseri, sebagai lembaga yang membawahi ASIT, Dispar Riau dapat mencarikan jalan keluar agar gedung ini dapat dipakai para seniman untuk berkreasi tanpa membebankan pembiayaan yang memberatkan, di samping mengenai mengelola program-program agar ASIT dapat lebih hidup.

Kepada pengurus Aseri, Kadispar berjanji akan mencarikan jalan keluar tentang hal itu agar ASIT dapat digunakan oleh para seniman. Di samping itu, juga terkait solusi-solusi permasalahan lainnya yang disampaikan oleh para pengurus Aseri.

“Kami carikan jalan keluarnya nanti. Saya ingin dunia kesenian di Riau kembali ramai dan para seniman juga terberdayakan,” tuturnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-program-asosiasi-seniman-riau-dapat-dukungan-kadispar-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)