Prodi Peternakan Faperta UNIKS Bersama Disbunnak Kuansing Lakukan Penanggulangan Ternak

Logo

RIAUHITS.COM, TELAUK KUANTAN - Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi (Prodi) Peternakan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) bekerjasama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Kuantan Singing (Kab Kuansing) angkat tajuk : "Penanggulangan Ternak dari Wabah Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)", di Desa Sikakak Kecamatan Cerenti Kabupaten Kuantan Singingi, sasaran kegiatan ini adalah kelompok ternak, Kamis 11Agustus 2022.


Kegiatan PkM Prodi Peternakan Faperta UNIKS bekerjasama dengan Disbunnak Kuansing ini  dihadiri oleh Kepala Desa Sikakak, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang juga sekaligus memberi materi PkM tentang kasus penyebaran PMK dan LSD di Kab Kuansing, ketua kelompok ternak sapi dan kerbau, mahasiswa KKN UIN, Mahasiswa Peternakan Faperta UNIKS dan Masyarakat yang merupakan anggota PKK dan anggota UKM. Kegiatan tersebut dipandu oleh pembawa acara sekaligus moderator Infitria, S.Pt., M.Si.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Kepala Desa Sikakak Kecamtan Cerenti.

"Menyampaikan bahwa ada tiga kelomppok ternakl sapi dan kerbau yang merupakan bantuan Pemda Kab Kuansing. Permasalahan pada saat ini di desa tersebut adanya wabah PMK dan LSD, peternak dan petani Desa Sikakak belum mengetahui wabah tersebut, sehingga perlu diadakannya sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat agar dapat memecahkan permasalahan dan memberikan solusi", sampainya. 

Kepala Desa Sikakak menyambut baik dan berterima kasih dengan adanya tim PkM dari Prodi peternakan Faperta UNIKS dan Disbunnak Kuansing memberikan penyuluhan untuk Desa Sikakak dalam memberantas wabah PMK dan LSD tersebut.

Sambutan Dekan Faperta Seprido, S.Si., M.Si menyampaikan Prodi Peternakan sebagai prodi yang memiliki tujuan menjadi prodi pengembangan peternakan di Kuansing.

"Prodi Peternakan Faperta UNIKS, memiliki tujuan untuk menjadi prodi sebagai landasan pengembangan peternakan di Kab Kuansing. Untuk mewujudkan itu, maka Prodi Peternakan memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan ternak di Kab Kuansing melalui penggunan bioteknologi dalam peternakan", tuturnya. 

"Ketersediaan lahan yang sangat luas di Kab Kuansing menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam pembangunan peternakan. Mengingat pentingnya subsektor peternakan dalam pembangunan nasional, maka Prodi Peternakan Faperta UNIKSU selalu berusaha untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat", tambahnya. 

Selanjutnya ketua prodi peternakan Yoshi Lia, S.Pt., M.Si menambahkn bahwa penanggulang dan cepat tanggap laporan masyrakat kepda dinas petrnakan adalah salah satu upaya mengatasi penyebran lebih luas terhdap PMK dan LSD di Kab Kuansing. 

Pemateri satu sekaligus ketua PkM Prodi Petrnakan memaparkan bahwa PMK adalah dikenal sebagai Foot and Mouth Disease (FMD), jenis penyakit ini disebabkan dari virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae. yang mana virus yang tingkat kematian ternah hanya mencapai 1-5% saja tetapi dalam penularan sangat cepat. Ciri-ciri ternak yang terserang PMK demam tinggi selama beberapa hari, tidak mau makan dan terjadi luka/lepuh pada daerah mulut (termasuk lidah, gusi, pipi bagian dalam dan bibir) dan keempat kakinya (pada tumit, celah kuku dan sepanjang coronary bands kuku atau batas kuku dengan kulit). Luka/lepuh juga bisa terjadi pada liang hidung, moncong, dan puting susu.. Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit hewan menular yang menyerang hewan berkuku belah baik hewan ternak maupun hewan liar seperti sapi, kerbau, domba, kambing, babi, rusa/kijang, onta dan gajah. Penyakit ini menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi.

drh. Asrul menyampaikan bahwa, dalam pengatasi wabah penyakit PMK dengan cara vaksinasi PMK pada Ternak sapi dan kerbau yang belum terjangkit wabah PMK. Padaa saat ini vaksin PMK sudah di salurkan kedesa-desa di kuasing sudah mencapai 800 dosis PMK, dosis ini belum mencukupi ternak yg ada di kuantan singing, sehingga perlu penambahn sekitar 5000 dosis sesuai permintak dan data ternak kuatan singing. Salah satu obata tradisional dalam penagulang PMK adalah pemberian air kelapa muda, jahe, mengkudu, dan bisa jg pemberian adem sari, yg berfungsi sebagai penuruan suhu tubuh ternak.

Kegiatan tersebut ditutup dengan do’a yang dipimpin Jiyanto, S.Pt., M.Si. Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.00-16.00 Wib. PkM prodi peternakan juga melakukan vaksinasi 100 dosis untuk ternak Desa Sikakak dan dilakukan pada pagi hari, selanjutnya siang tim pkm melakuakn sosialisa terhdap wabah PMK.(pau)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-prodi-peternakan-faperta-uniks-bersama-disbunnak-kuansing-lakukan-penanggulangan-ternak.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)