PMRI Gelar Jambore Ekologis dan Festival Budaya Melayu Riau 2026

Logo
Khoirul Basar

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Pemuda Melayu Riau Indonesia (PMRI) menggelar Jambore Ekologis Malay Youth Summit dan Festival Kebudayaan Melayu Riau 2026 pada 21–23 Mei 2026, dengan mengusung tema “Kebudayaan dan Kelestarian Lingkungan melalui Semangat Keberlanjutan Menyongsong Indonesia Maju.”

Agenda tersebut menjadi ruang konsolidasi generasi muda Melayu Riau dalam memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjaga warisan budaya daerah di tengah tantangan modernisasi dan kerusakan alam yang semakin mengkhawatirkan.

Ketua Umum Khoirul Basar menegaskan, kegiatan ini lahir dari semangat cinta lingkungan yang harus terus diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, karakter anak muda Melayu Riau tidak dapat dipisahkan dari nilai budaya, gotong royong, serta kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari identitas masyarakat Melayu.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran generasi muda agar saling peduli terhadap lingkungan. Ini merupakan wujud nyata menjaga warisan budaya sekaligus mempertahankan karakteristik anak muda Melayu Riau yang harus terus dipegang teguh ke depan," ujar Khoirul.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta yang berasal dari kalangan pelajar SMA dan SMK akan mengikuti berbagai agenda edukatif dan kompetitif. Sejumlah isu strategis terkait kerusakan lingkungan akan dibahas bersama unsur kepolisian, pemerintah, hingga komunitas pecinta alam.

Selain itu, edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba juga akan menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Materi ini rencananya akan disampaikan langsung oleh Badan Narkotika Nasional dan Polda Riau sebagai upaya memperkuat ketahanan generasi muda dari ancaman narkotika.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan seremoni pembukaan, dilanjutkan diskusi ekologis mengenai lingkungan dan energi, seminar bahaya narkoba, hingga berbagai perlombaan bernuansa budaya dan kepemudaan.

Beberapa cabang lomba yang akan dipertandingkan di antaranya lomba berbalas pantun, lagu solo Melayu, tari kreasi Melayu, Peraturan Baris Berbaris (PBB), lomba tali-temali, serta sejumlah kompetisi lainnya yang mengedepankan kreativitas, disiplin, dan nilai budaya Melayu.

Melalui jambore dan festival budaya ini, PMRI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis, menjunjung tinggi budaya daerah, serta mampu menjadi pelopor pelestarian lingkungan di Provinsi Riau menuju Indonesia yang berkelanjutan. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-pmri-gelar-jambore-ekologis-dan-festival-budaya-melayu-riau-2026.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)