Nelayan di Inhil Hilang Diterkam Buaya, Tim SAR Masih Lanjutkan Cari Potongan Tubuh
- Selasa, 01 Oktober 2019
- 827 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau hanya sebesar 95,39 pada bulan September 2019. Angka itu diketahui hanya naik sebesar 2,04 persen ketimbang NTP Agustus 2019 sebesar 93,48. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Misparuddin, NTP September 2019 sebesar 95,39 dapat diartikan bahwa petani secara umum mengalami defisit.
"Kenaikan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,67 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar -0,36 persen," katanya, Rabu (2/10/2019).
Ia menerangkan, defisit itu terutama terjadi pada petani subsektor tanaman pangan (NTPP=99,51), subsektor peternakan (NTPT=97,78), perkebunan rakyat (NTPR= 91,68). Di sisi lain, subsektor yang mengalami surplus, yakni subsektor perikanan (NTNP=111,74) dan subsektor hortikultura (NTPH=101,02). Kenaikan NTP di Provinsi Riau pada bulan September 2019, sambungya, terjadi hanya pada 1 subsektor penyusun NTP, yakni subsektor tanaman perkebunan rakyat, dengan kenaikan NTP sebesar 4,35 persen.
"Sebaliknya, 4 subsektor penyusun NTP lainnya megalami penurunan, yaitu subsektor hortikultura turun sebesar -1,10 persen, subsektor peternakan turun sebesar -1,53 persen, subsektor tanaman pangan turun sebesar -0,19 persen, dan subsektor perikanan turun sebesar -0,17 persen," paparnya.
Di sisi lain, Riau menduduki peringkat ke-6 jika dibandingkan dengan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera, yakni di bawah Provinsi Lampung, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk diketahui, NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani dan dinyatakan dalam persentase.
NTP adalah salah satu indikator untuk melihat kemampuan daya beli petani di daerah pedesaan dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani, baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani. Semakin tinggi NTP, kemampuan daya beli atau daya tukar petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-petani-riau-alami-defisit-karen-kenaikan-ntp-per-september-2019-hanya-204-persen.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply