Peringatan Qing Ming 2026, Ini Respon Anggota DPRD Kota Pekanbaru

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Peringatan Qing Ming atau ziarah kubur tahun 2026 bukan sekadar ritual tahunan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi perhatian penuh bagi anggota DPRD kota Pekanbaru sebagai ruang perjumpaan lintas budaya, refleksi nilai keluarga, sekaligus peluang strategis bagi penguatan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar S.E., S.H., M.H., hadir langsung dalam peringatan yang mencapai puncaknya pada 5 April 2026. Ia menegaskan bahwa Qing Ming adalah warisan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

"Tradisi ini mengajarkan kita untuk selalu mengingat leluhur. Ini bukan hanya milik satu kelompok, tetapi nilai universal yang juga ada dalam berbagai agama dan budaya," ujar Robin.

Menurutnya, praktik ziarah kubur bukan hal yang eksklusif. Dalam tradisi Katolik, Muslim, maupun kepercayaan lainnya, penghormatan kepada orang tua dan leluhur juga menjadi bagian penting. Ia menilai, kesamaan nilai ini menjadi kekuatan sosial yang mempererat kebersamaan masyarakat Indonesia yang majemuk.

Lebih jauh, ia melihat Qing Ming sebagai potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya. Tradisi yang berlangsung sekitar 10 hari sebelum dan sesudah puncak perayaan ini mendorong mobilitas masyarakat, termasuk para perantau yang pulang ke kampung halaman.

"Banyak yang pulang dari luar daerah, bahkan luar negeri. Ini menjadi momentum pergerakan ekonomi. Tiket perjalanan masih tinggi karena arus balik belum selesai. Artinya, ada aktivitas besar yang harus kita tangkap sebagai peluang,"  jelasnya.

Robin menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola momen ini secara terencana. Menurutnya, lonjakan kunjungan masyarakat harus diiringi dengan kesiapan infrastruktur dan layanan, mulai dari penginapan, kuliner, hingga transportasi.

"Kebutuhan utama pengunjung pasti penginapan dan makanan. Di situ sektor usaha bisa bergerak. Transportasi lokal, UMKM, hingga penjual oleh-oleh akan ikut hidup," ungkap Robin.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun identitas kuliner khas Pekanbaru sebagai daya tarik wisata. Ia mencontohkan kota lain yang telah berhasil mem-branding produk unggulannya, seperti Bika Ambon dan Bolu Meranti di Medan.

"Pekanbaru juga punya potensi, seperti bolu kemojo. Tapi ini perlu dipromosikan lebih serius. Kita harus punya ciri khas yang kuat agar orang datang tidak hanya berkunjung, tapi juga membawa pulang sesuatu yang mengingatkan mereka pada kota ini," ujar politisi Partai PDI Perjuangan ini.

Ia berharap pemerintah dapat mengemas Qing Ming sebagai agenda tahunan yang terintegrasi dengan kalender pariwisata daerah. Dengan promosi yang tepat, kegiatan ini diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

"Kalau ini dikelola dengan baik, UMKM akan tumbuh, ekonomi bergerak, dan budaya tetap lestari. Ini yang harus kita capai bersama," tutup Robin Eduar.

Peringatan Qing Ming di Pekanbaru tahun ini menjadi pengingat bahwa tradisi bukan hanya soal masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai itu dihidupkan untuk masa depan termasuk sebagai fondasi pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-peringatan-qing-ming-2026-ini-respon-anggota-dprd-kota-pekanbaru-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)