Pengendalian Inflasi Daerah, PT RPB Gelar Pangan Murah Diselingi Perlombaan Anak TK

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Menjelang memasuki hari besar keagamaan Hari Raya Idul Adha 1447 H, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan di berbagai daerah. 

Untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menekan laju inflasi daerah, PT Riau Pangan Bertuah (RPB) menggelar Gerakan Pangan Murah melalui program Toko Pengendalian Inflasi Pangan Keliling (TOPLING), Sabtu, di halaman TOPAN Swalayan, Jalan Melati, Komplek Royal Platinum II, Pekanbaru.

Kegiatan tersebut semakin semarak karena turut dirangkai dengan lomba anak cerdas dan berprestasi tingkat Taman Kanak-kanak (TK), yang meliputi lomba mewarnai dan fashion show busana Nusantara.

Direktur PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay, S.P., M.Si., mengatakan kegiatan operasi pasar murah ini merupakan bagian dari langkah strategis pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan.

"Kita sama-sama ketahui menjelang hari Raya Idul Adha, sebagian harga bahan pokok mulai mengalami gejolak kenaikan. Karena itu, kami secara agresif melakukan gerakan operasi pangan murah agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," ujar Ade Daulay.

Sebelumnya menurut Ade, program serupa juga telah dilaksanakan beberapa titik di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Indragiri Hulu selama 5 hari berturut-turut.

"Disini Kami (PT. RPB, red) menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Produk yang dijual antara lain beras SPHP, Beras Anak Daro, Beras Benteng, minyak goreng, gula, telur ayam, cabai merah, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan sejumlah komoditas lainnya," sebut Ade Daulay.

"Beberapa komoditas dijual dengan selisih harga yang cukup signifikan dibanding harga pasar. Contoh untuk cabai merah yang di pasaran mencapai Rp45 ribu per kilogram kita jual seharga Rp35 ribu per kilogram. Bawang merah yang biasanya Rp40 ribu per kilogram kita jual Rp35 ribu per kilogram, sementara minyak goreng merek Minyakita kita jual hanya Rp15.500 per liter," imbuhnya.

Menurut Ade Putra Daulay, pelaksanaan operasi pasar murah yang dipadukan dengan kegiatan anak-anak sengaja dirancang untuk menarik minat masyarakat datang berbelanja sekaligus memperkenalkan keberadaan TOPAN Swalayan sebagai salah satu pusat belanja bahan pokok murah di Kota Pekanbaru.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga dapat menikmati suasana edukatif dan hiburan keluarga," katanya.

Untuk diketahui, lomba mewarnai mengangkat tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diikuti sekitar 50 orang anak TK. Para peserta mewarnai gambar yang telah disiapkan panitia dengan penuh antusias dan kreativitas.

Sementara itu, untuk lomba fashion show berbusana Nusantara diikuti 15 orang anak TK yang tampil mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Penampilan mereka berhasil menarik perhatian pengunjung dan menambah kemeriahan acara.

Ade berharap program Gerakan Pangan Murah ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

"Kegiatan ini sesuai arahan Bapak Plt. Gubernur Riau agar masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sehingga inflasi daerah dapat terkendali," ujarnya.

Ade Daulay juga berharap kegiatan lomba anak ini dapat menjadi wadah pengembangan bakat dan minat generasi muda sejak dini.

"Kedepannya kami ingin kegiatan ini turut melahirkan generasi penerus bangsa yang kreatif, unggul, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045," tutupnya. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-pengendalian-inflasi-daerah-pt-rpb-gelar-pangan-murah-diselingi-perlombaan-anak-tk.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)