Perencanaan Pembangunan Daerah Terbaik di Riau, Bengkalis Masuk Tiga Besar
- Selasa, 19 Februari 2019
- 30 likes
Upacara Terakhir, Wan Thamrin Serahkan SK PNS yang Baru Dinyatakan Lulus
- Senin, 18 Februari 2019
- 30 likes
RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Pondok Pesantren Dar Ahlussunah wal Jama’ah (Aswaja), resmi akan dibangun di kota Pekanbaru. Pesantren ini dirancang sebagai pusat pengembangan kajian ulama Melayu Nusantara yang terintegrasi dengan pembelajaran bahasa Arab, tahfidz Al-Qur’an, seni tilawah, serta penguasaan teknologi informasi.
Dalam keterangannya, pengurus Pondok Pesantren dar Aswaja Ustadz H.Usman Saufi L.C., M.A., menyampaikan rasa syukur atas dimulainya langkah awal pembangunan tersebut yang sebelumnya kegiatan pesantren telah mulai berjalan, dengan memanfaatkan masjid di lahan tersebut.
"Alhamdulillah, hari ini kita mulai pencanangan. Sambil menunggu pembangunan fisik, seluruh kegiatan pondok akan dipusatkan di masjid ini sebagai markas utama," ujar Ustadz Usman.
Menurutnya, Pesantren Dar Aswaja tidak hanya ditujukan bagi santri, tetapi juga masyarakat luas. Berbagai program kajian akan diselenggarakan untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Fokus utama pendidikan adalah penguatan pemahaman terhadap kitab-kitab karya ulama Melayu, yang selama ini menjadi bagian penting dari khazanah keilmuan Islam di Nusantara.
"Konsep pendidikan yang diusung menitikberatkan pada integrasi antara tradisi keilmuan klasik dan kebutuhan modern. Selain kajian kitab, santri juga akan dibekali keterampilan bahasa Arab, hafalan Al-Qur’an, seni baca Al-Qur’an, serta kemampuan di bidang teknologi digital," kata Ustadz Usman.
Diketahui, pembangunan pesantren ini berdiri di atas lahan wakaf seluas kurang lebih lima hektar yang disumbangkan oleh salah seorang yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Riau. Lahan tersebut diharapkan menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.
"Tanah ini merupakan amanah wakaf yang harus kita jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya sesuai niat pemberinya," ujar Usman.
Pesantren di Pekanbaru ini merupakan yang ketiga dalam jaringan Dar Aswaja. Sebelumnya, pusat utama telah berdiri di wilayah Rokan Hilir, tepatnya di Kubu Babussalam. Sementara pesantren kedua tengah dalam proses pembangunan di Kecamatan Bangko Pusako.
"Dengan bertambahnya pesantren ketiga ini, diharapkan jaringan pendidikan Aswaja semakin kuat dalam membina generasi muda yang berakar pada tradisi keilmuan Islam Nusantara," sebutnya.
Lebih jauh, Ustadz Usman menegaskan bahwa pengembangan kajian ulama Melayu tidak terlepas dari penguatan nilai kebangsaan. Menurutnya, pemikiran ulama memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ketika kita berbicara tentang ulama, kita juga berbicara tentang NKRI. Keduanya saling terkait dan terintegrasi dalam membangun karakter bangsa," jelas Ustadz Usman.
"Kami pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan do'a dan dukungan agar pembangunan pesantren ini dapat berjalan lancar dan segera terealisasi sepenuhnya," tutupnya.
Dengan semangat tersebut, Pesantren Dar Aswaja di Pekanbaru diharapkan menjadi pusat pendidikan Islam yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Riau KH. Muhammad Mursyid, M.Pd.I., Mantan Gubernur Riau H. Syamsuar M.Si, mantan Gubernur Riau H. Anas Makmun, mantan Sekda Provinsi Riau Zaini Ismail, Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar S.T., M.Arch., anggota DPR RI Hendri Munif, dan tamu undangan lainnya. *(mrz)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-pencanangan-pesantren-dar-aswaja-di-pekanbaru-kembangan-tradisi-ulama-melayu.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply