Penanggulangan Covid-19 Secara Menyeluruh, Pemkab Siapkan Anggaran 63 M
PELALAWAN - Wabah pandemi Covid-19 membuat semua unsur pemerintahan di Kabupaten Pelalawan benar-benar mencurahkan waktu dan tenaganya guna memutus rantai penyebaran Corona. Menurut data di Media Center Covid Pelalawan, dalam bidang kesehatan, Pemkab Pelalawan langsung melakukan alokasi anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp6,95 miliar dari pergeseran anggaran penanganan Covid-19 di Diskes dan RSUD Selasih. Untuk fasilitas perawatan pasien baik itu Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Diskes telah menyiapkan 1 RSUD Selasih dan 14 Puskesmas.
“Di RSUD Selasih kita punya 6 ruang isolasi dan Puskesmas berjumlah 28 ruang. Total kita punya ruang isolasi 34 ruangan yang sesuai dengan standar Kemenkes,” kata Bupati Pelalawan HM Harris saat meninjau ruang isolasi di RSUD Selasih.
Berdasarkan perhitungan plafon dalam penanggulangan Corona secara menyeluruh, Pemkab perlu Rp63 miliar. Anggaran itu tak hanya untuk pencegahan maupun pengobatan warga terindikasi Covid-19, tapi juga termasuk untuk penanggulangan dampak sosial, ekonomi, pendidikan, hingga budaya. “Kebutuhan yang diperlukan mencapai Rp63 M seluruhnya. Dalam rapat sudah diputuskan. Ini untuk keseluruhan,” papar Bupati Pelalawan, HM Harris, Kamis (9/4/2020).
Guna mendapatkan anggaran Rp63 M, semua organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan. Segala kegiatan dan program yang dianggap tak terlalu penting akan dipangkas dan dananya dialihkan ke Covid-19. Acara-acara seremonial yang selama ini dilaksanakan dinas-dinas juga dicoret dan biayanya dialihkan ke Covid-19. Kegiatan adat-istiadat dan keagamaan pun ditiadakan, seperti MTQ kabupaten, balimau kasai hingga Pelalawan Expo. Termasuk juga kegiatan rapat, pertemuan rutin, pelatihan, sampai kunjungan kerja (Kunker) juga ditiadakan. “Biaya check-up untuk Bupati juga dipotong, karena sudah ada BPJS. Dananya dibuat ke penanganan Corona,” tambah Harris.
Dalam pelaksanaan dan penggunaan dana Rp63 M itu, Pemkab akan menggandeng aparat penegak hukum dari kejaksaan maupun kepolisian agar realisasinya tepat sasaran serta tak ada penyelewengan. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memastikan belum ada anggaran pergeseran untuk Covid-19 Pelalawan yang dicairkan. Hingga kini pihaknya baru menerima usulan dari setiap tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 sebanyak Rp63 miliar.
Usulan pergeseran anggaran untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 tersebut diterima TAPD saat rapat bersama tim gugus tugas Kamis, 9 April 2020 di ruang rapat kantor Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD), Pangkalan Kerinci. ‘’Usulan anggaran Rp63 M ini difokuskan untuk kesehatan, ekonomi dan dampak sosial. Dari Rp63 M yang sudah diajukan oleh setiap bidang gugus tugas Covid-19, tetapi itu belum final kita bahas. Sampai saat ini kita pastikan belum ada yang dicairkan,’’ ungkap tim TPAD, Davidson Saharudin.
Kepala BPKAD Pelalawan ini menjelaskan, dari anggaran Rp63 M, itu yang sudah final digunakan untuk tim gugus tugas bidang kesehaan sebanyak Rp6,95 M kemungkinan besar pada Senin, 13 April 2020 baru akan bisa direalisasikan. Pihaknya dari TAPD saat ini, tambah Davison, juga sedang mencarikan solusi dan sumber dana untuk penggeseran dari usulan setiap bidang gugus tugas Covid-19 untuk direalisasikan segera.
Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Pelalawan ini menerangkan, pergeseran anggaran penanganan dan pencegahan Covid-19 ini untuk memfokuskan kembali dan realokasi anggaran. ‘’Dan untuk refokusing anggaran yang akan digeser ini, didiambil dari kegiatan-kegiatan yang tidak mungkin dilaksanakan lagi dan kurang diprioritaskan contohnya diklat, sosialisasi, penyuluhan dan sifatnya mengumpulkan orang banyak lainnya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan, H Tengku Mukhlis menyebutkan, mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan oleh Corona, diperlukan sumber daya berskala besar dan peran serta dunia usaha. Utamanya dalam penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat dibutuhkan petugas kesehatan dan perhatian perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pelalawan. APD sesuai standar harus disiapkan di rumah sakit yang memiliki ruang isolasi. Seperti RSUD, Rumah Sakit Efarina dan RS Amelia Medika sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu ada suspek penderita Corona dirawat.
“Kita saat ini masih kekurangan APD. Berdasarkan perhitungan seharusnya ada 1.000 pasang. Alat yang lain juga,” ujar Bupati. APD sangat dibutuhkan para tim medis yang telah ditugaskan di masing-masing ruang perawatan, termasuk hand sanitizer, masker, serta desinfektan. Barang-barang itu sangat langka, kalaupun ada jumlahnya sedikit dan harganya cukup mahal.
Untuk itu, Harris mengimbau perusahaan-perusahaan yang ada di Pelalawan untuk turut serta membantu penanganan Covid-19. Khususnya memperhatikan para medis yang menjadi barisan terdepan. Perusahan perkebunan, kehutanan, serta indutri diminta untuk menyalurkan bantuan APD kepada rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan. “Kita imbau perusahaan membantu pengadaan APD. Mari bersama-sama mengatasi keterbatasan ini,” tegas Harris. (adv)




Comments (3)
https://riauhits.com/berita-penanggulangan-covid19-secara-menyeluruh-pemkab-siapkan-anggaran-63-m.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply