Suasana Debat Capres Nanti Malam Beda Dengan Debat Pertama. Berikut Potret Ruangan
- Minggu, 17 Februari 2019
- 499 likes
Kasus DBD Masih Rendah di Pekanbaru, Diskes Minta Warga Tetap Antisipasi
- Minggu, 17 Februari 2019
- 499 likes
RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyatakan komitmennya untuk menjadikan peringatan Qing Ming sebagai bagian dari agenda budaya tahunan.
Tradisi ziarah kubur (Qing Ming) pada Minggu (05/04/26) ini yang sarat makna dinilai tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai kekayaan budaya yang patut dilestarikan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Qing Ming yang rutin digelar setiap tahun. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya etnis Tionghoa, untuk mengenang dan mendoakan leluhur yang telah wafat.
"Pemerintah kota sangat mengapresiasi kegiatan Qing Ming ini. Ini merupakan kegiatan kebudayaan yang memiliki nilai luhur. Pada puncaknya, banyak masyarakat datang untuk berziarah, berdoa, sekaligus membersihkan makam leluhur mereka," ujar Akmal.
Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tradisi ini masih hidup dan memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, Qing Ming juga menjadi ruang kebersamaan lintas generasi.
Lebih lanjut, Akmal mengungkapkan bahwa pihaknya berencana memasukkan Qing Ming ke dalam kalender event resmi kota. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan perhatian publik sekaligus memperkuat posisi Pekanbaru sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman budaya.
"Kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan memasukkan Qing Ming sebagai event tahunan. Ke depan, pemerintah akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini agar dapat berkembang lebih baik," jelas Akmal.
Pemerintah Kota Pekanbaru juga berharap para penyelenggara dan komunitas terkait dapat terus menjaga serta mengembangkan tradisi ini. Pelestarian Qing Ming dinilai penting, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai potensi daya tarik wisata budaya di daerah.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Sosial Panca Bakti Amal (YSPBA), Toni Sasanasurya, menuturkan bahwa Qing Ming bukan hanya soal ziarah kubur, melainkan refleksi mendalam tentang asal-usul dan ikatan keluarga.
"Ini adalah tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur. Keluarga datang ke makam, membersihkan, berdoa, dan sekaligus mempererat silaturahmi," ujar Romo Toni.
Menurut Romo Toni, esensi Qing Ming terletak pada kesadaran untuk tidak melupakan jasa para pendahulu. Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan batin dengan leluhur sebagai bagian dari identitas.
"Jangan sampai kita seperti minum air tapi lupa sumbernya," kata Romo Toni mengutip peribahasa yang sarat makna.
Peran sosial ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang dihidupkan dalam Qing Ming seperti kepedulian, penghormatan, dan kebersamaan tidak berhenti di ruang ritual. Ia menjelma dalam tindakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat luas.
"Qing Ming menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus memutus akar tradisi. Justru, dari sanalah identitas dan nilai kemanusiaan terus bertumbuh. Sebab, seperti diingatkan dalam perayaan ini menghormati masa lalu adalah cara paling bijak untuk melangkah ke masa depan," tutup Romo Toni.
Dengan dukungan berkelanjutan, Qing Ming diharapkan tidak sekadar menjadi ritual tahunan, melainkan juga simbol harmoni dan keberagaman yang memperkaya identitas budaya Kota Pekanbaru.*(mrz)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-pemerintah-kota-pekanbaru-dukung-penuh-tradisi-qing-ming-2026.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply