Pacu Sampan Kecamatan Payung Sekaki, Menjaga Tradisi Menuju Kalender Pariwisata Nasional

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Riuh sorak penonton memecah tepian Sungai Siak saat puluhan tim berlomba memacu sampan di kawasan Jalan Pemudi, lokasi Pemancingan Ammar, Kecamatan Payung Sekaki. 

Tradisi tahunan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 itu kembali menjadi magnet bagi masyarakat sekaligus simbol pelestarian budaya lokal yang terus hidup di tengah perkembangan kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Payung Sekaki, Abdullah, S.STP., mengatakan lomba pacu sampan bukan sekadar ajang olahraga dan hiburan masyarakat, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sosial dan ekonomi bagi warga setempat.

"Pacu sampan di tepian Sungai Siak ini merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap tahun. Pemerintah Kecamatan Payung Sekaki berharap kegiatan ini terus dilestarikan karena budaya seperti ini mampu memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan dan perekonomian masyarakat sekitar," ujar Plt Camat Payung Sekaki.

Untuk tahun ini, menurut pria yang akrab disapa Abe ini kompetisi diikuti oleh 41 tim, terdiri atas 32 tim putra dan 9 tim putri. Setiap itu, tim beranggotakan tiga orang yang harus mengerahkan kekompakan dan kekuatan untuk menaklukkan lintasan sepanjang kurang lebih 200 meter di aliran Sungai Siak.

"Persaingan berlangsung sengit sejak babak awal. Para peserta berlomba menunjukkan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara sekaligus hadiah berupa uang pembinaan dan trofi yang telah disiapkan panitia," sebut Abe.

Namun lebih dari sekadar kompetisi, pemerintah kecamatan memiliki visi yang lebih besar terhadap penyelenggaraan event tersebut. Ia berharap pacu sampan tidak berhenti sebagai kemeriahan tahunan semata, tetapi berkembang menjadi agenda pariwisata yang mampu menarik perhatian publik dalam skala yang lebih luas.

"Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi euforia sesaat. Ke depan, pacu sampan harus berkembang menjadi event tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata, mulai dari tingkat kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional," kata Abe.

Menurutnya, pengembangan pacu sampan sebagai atraksi wisata budaya dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat sektor pariwisata Kota Pekanbaru sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang kecil hingga sektor jasa dan UMKM.

Karena itu, Pemerintah Kecamatan Payung Sekaki mengajak masyarakat Kota Pekanbaru maupun daerah lain di Provinsi Riau untuk turut berpartisipasi dan mendukung penyelenggaraan kegiatan pacu sampan.

"Partisipasi masyarakat sangat penting. Kami mengajak seluruh warga Pekanbaru dan kabupaten/kota lainnya untuk bersama-sama menyukseskan pacu sampan sebagai bagian dari upaya mempromosikan pariwisata daerah," ujarnya.

Dalam penyelenggaraannya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama panitia. Pengamanan kegiatan mendapat dukungan dari berbagai instansi, antara lain Basarnas, Polairud Polda Riau, BPBD, KSOP, serta Dinas Pemadam Kebakaran.

"Seluruh peserta diwajibkan menggunakan jaket pelampung (life jacket) selama perlombaan berlangsung. Selain itu, kami juga memberikan perlindungan berupa asuransi jiwa guna memastikan keamanan peserta selama mengikuti kompetisi ini," tutup Plt Camat Payung Sekaki.

Untuk menjamin objektivitas hasil perlombaan, panitia melibatkan wasit dari Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) yang memiliki sertifikasi dan standar nasional. Kehadiran perangkat pertandingan profesional tersebut diharapkan mampu menghasilkan penilaian yang adil, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-pacu-sampan-kecamatan-payung-sekaki-menjaga-tradisi-menuju-kalender-pariwisata-nasional-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)