Menjemput Berkah di Antara Deru Mesin: Ikhtiar Spiritual dan Kemanusiaan di TA Mayor Kilang Dumai

Logo
Menjelang Pelaksanaan TA Mayor 2026, Pertamina menggelar doa bersama di Masjid Al-Ikhwan, Kamis (30/04/2026).

RIAUHITS.COM,​ DUMAI — Di dalam Masjid Al-Ikhwan yang tenang, lantunan Surat Yasin menggema di sela kesibukan yang mulai memuncak. Ratusan pekerja berpakaian coverall duduk bersimpuh, menundukkan kepala dalam doa yang khusyuk pada Kamis (30/4/2026). Momen ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan fondasi spiritual sebelum mereka menghadapi "hajatan besar" lima tahunan: Turn Around (TA) Mayor 2026.

​Mulai 1 Mei 2026, Kilang Pertamina Patra Niaga Dumai akan memasuki masa hibernasi terencana selama 42 hari. Namun, ini bukan berarti aktivitas berhenti. Sebaliknya, ribuan tenaga kerja akan bekerja dalam presisi tinggi untuk meremajakan peralatan dan menjaga keandalan kilang yang memikul beban besar menyuplai 16,5% kebutuhan energi nasional, khususnya untuk wilayah Sumatera Bagian Utara.

Keselamatan sebagai Harga Mati

​Bagi Senior Manager Operation and Manufacturing (SMOM) RU II Dumai, Isnandhi Dwi Saputra, TA bukan sekadar soal teknis dan angka operasional. Ada nyawa dan keluarga di balik setiap baut yang dikencangkan.

​"InsyaAllah besok kita mulai. Doa bersama ini adalah bentuk permohonan agar semuanya lancar. Namun, doa harus dibarengi ikhtiar nyata. Kepatuhan pada prosedur HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) adalah fondasi yang tidak bisa ditawar," tegas Isnandhi di hadapan para pekerja.

​Prinsip Safety First benar-benar diterjemahkan dalam aksi nyata. Pertamina tidak hanya fokus pada mesin, tapi juga pada manusia yang menjalankannya. Jauh hari sebelum alat berat bergerak, perusahaan telah merangkul Disnaker dan BPJS Ketenagakerjaan Kota Dumai untuk memastikan setiap buruh dan mitra kerja terlindungi hak-haknya.

Nadi Ekonomi di Balik Pagar Kilang

​Menariknya, denyut nadi TA Mayor kali ini tidak hanya terasa di dalam area kilang. Efek domino ekonomi mulai merambat ke dapur-dapur masyarakat lokal. Melalui sinergi dengan KADIN Kota Dumai, Pertamina menghadirkan kantin TA yang melibatkan pelaku UMKM setempat.

​Ini adalah bentuk keberpihakan. Ribuan porsi makanan yang dibutuhkan pekerja setiap harinya menjadi peluang emas bagi pengusaha kecil untuk mencicipi berkah dari proyek strategis ini.

​"Kami ingin kehadiran TA ini memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat," ungkap Tengku Muhammad Rum, Area Manager Communication, Relations & CSR RU II Dumai.

Menjaga Nafas Energi Nusantara

​Kilang Dumai adalah salah satu jantung energi Indonesia. Jika ia "sakit", dampaknya bisa melumpuhkan distribusi BBM di sebagian wilayah Sumatera. Itulah mengapa perawatan rutin ini menjadi krusial.

​"Pelaksanaan TA ini sudah sesuai rencana dan regulasi pemerintah. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar 42 hari ke depan berjalan aman, lancar, dan tepat waktu," tutup Muhammad Rum.

​Saat matahari terbenam di ufuk Dumai sore itu, persiapan telah paripurna. Antara doa yang dipanjatkan di masjid dan peralatan teknis yang telah siap siaga, Kilang Dumai bersiap memulai baktinya: bersolek demi menjaga nafas energi Nusantara tetap menyala.



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-menjemput-berkah-di-antara-deru-mesin-ikhtiar-spiritual-dan-kemanusiaan-di-ta-mayor-kilang-dumai.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)