Menata Tepian Siak, Wajah Baru Pekanbaru dari Bawah Jembatan Leighton

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai menggeser arah pembangunan kotanya secara harfiah dan simbolis dengan menjadikan Sungai Siak sebagai wajah depan, bukan lagi halaman belakang. 

Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, dalam kunjungannya ke kawasan bawah Jembatan Leighton 1, sebuah titik yang selama ini luput dari perhatian namun menyimpan persoalan klasik perkotaan.

Di lokasi tersebut, Wali Kota Pekanbaru menemukan adanya bangunan liar yang berdiri di atas lahan milik pemerintah kota, tepat di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak. 

Berdasarkan laporan dari Balai Wilayah Sungai, kawasan sempadan sungai seharusnya steril dari bangunan permanen karena berfungsi sebagai ruang lindung ekosistem sekaligus jalur pengaman dari risiko banjir dan abrasi.

"Faktanya, masih ada bangunan yang berdiri di zona terlarang. Ini tentu menjadi perhatian serius," ujar Agung dalam wawancaranya.

Alih-alih mengambil langkah represif, Pemerintah Kota memilih pendekatan dialogis. Warga yang selama ini menempati bangunan tersebut diajak berdiskusi untuk mencari solusi terbaik. Hasilnya, warga bersedia direlokasi dengan syarat mendapatkan hunian yang layak dan tanpa beban biaya.

Kesepakatan ini menjadi titik terang bagi upaya penataan kawasan. Pemerintah pun bergerak cepat dengan menyiapkan skema relokasi sekaligus memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa transisi.

Tidak hanya mengandalkan anggaran daerah, pemerintah juga menggandeng sektor swasta. Salah satu perusahaan disebut siap menyalurkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penataan kawasan tersebut. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi visual dan fungsi ruang kota.

"Nantinya disini pemerintah Pekanbaru telah menyiapkan rencana untuk kawasan di bawah Jembatan Leighton 1 (satu). Lahan seluas sekitar satu hektare yang sebelumnya merupakan bekas area pabrik akan disulap menjadi Ruang Terbuka Hijau Biru (RTH-B). Kehadiran RTH ini bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga menjadi ruang publik yang inklusif serta memperkuat keseimbangan ekologis," sebut Agung.

"Langkah ini menandai perubahan paradigma pembangunan di Pekanbaru. Jika sebelumnya kota berkembang dengan membelakangi sungai, kini orientasi itu dibalik Sungai Siak akan menjadi pusat perhatian, ruang hidup, sekaligus identitas baru kota," tutupnya.

Dengan pendekatan humanis, kolaboratif, dan berwawasan lingkungan, penataan kawasan ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan wilayah lain di Pekanbaru bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang keberanian menata ulang hubungan antara manusia, ruang, dan alam. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-menata-tepian-siak-wajah-baru-pekanbaru-dari-bawah-jembatan-leighton.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)