Sejumlah Sekolah di Dumai Pulangkan Murid Lebih Awal karena Kabut Asap Tebal
- Kamis, 21 Februari 2019
- 72 likes
Besok Sore kembali ke Pekanbaru, Syamsuar Akan di Tepung Tawar di Bandara
- Rabu, 20 Februari 2019
- 72 likes
RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Provinsi Riau kini memiliki identitas baru yang sarat makna.
Melalui maskot bernama “Si Domang”, institusi pemasyarakatan di Bumi Lancang Kuning itu memperkenalkan simbol pengabdian yang merepresentasikan semangat pelayanan, profesionalisme, serta kedekatan dengan masyarakat.
Maskot tersebut mengambil sosok seekor gajah, merupakan satwa dilindungi di Pulau Sumatera yang dikenal sebagai simbol kekuatan, kebijaksanaan, dan daya ingat yang kuat.
Pemilihan seekor gajah tersebut bukan sekadar elemen visual, melainkan cerminan karakter yang ingin dibangun Kanwil Ditjenpas Riau dalam menjalankan tugas dan pelayanan publik.
Nama “Si Domang” sendiri memiliki filosofi mendalam. Setiap huruf dalam nama tersebut merupakan singkatan dari nilai-nilai utama yang diusung jajaran pemasyarakatan Riau, yakni Sigap, Integritas, Disiplin, Optimis, Mandiri, Amanah, Nasionalis, dan Gigih. Nilai-nilai itu kemudian dirangkum dalam tagline Sigap, Berintegritas, dan Humanis dalam Pengabdian.
Secara visual, Si Domang tampil sebagai seekor gajah yang ramah namun berwibawa. Karakter ini menggambarkan institusi yang humanis, profesional, sekaligus tegas dalam menjalankan amanah negara.
Belalai panjang yang dimiliki Si Domang melambangkan semangat, kesiapsiagaan, dan kemampuan berinteraksi. Filosofi tersebut menggambarkan komitmen Ditjenpas Riau untuk selalu sigap dalam bertindak, terbuka terhadap perubahan dan inovasi, serta aktif membangun komunikasi dengan masyarakat.
Sementara itu, tanjak Melayu yang dikenakan Si Domang menjadi simbol kuat identitas budaya Riau. Ornamen khas Melayu tersebut merepresentasikan penghormatan terhadap kearifan lokal, kedekatan dengan masyarakat, serta kebanggaan terhadap jati diri daerah.
Nilai humanis juga tercermin melalui ilustrasi telinga besar pada maskot tersebut. Elemen itu menggambarkan sikap responsif dan empati dalam mendengarkan aspirasi publik, menerima masukan, serta mengedepankan kepedulian dalam pelayanan.
Tak hanya itu, Si Domang juga mengenakan seragam dinas yang menjadi simbol profesionalisme dan integritas aparatur sipil negara di lingkungan Ditjenpas Riau. Seragam tersebut merepresentasikan komitmen terhadap disiplin, tanggung jawab, dan pelayanan publik yang berkualitas tinggi.
Dari sisi warna, Si Domang didominasi tiga warna utama yang masing-masing memiliki makna filosofis. Warna emas melambangkan keagungan, prestasi, dan pelayanan prima. Warna biru merepresentasikan profesionalisme, stabilitas, dan kepercayaan. Sedangkan abu-abu menggambarkan kebijaksanaan serta keseimbangan dalam menjalankan tugas.
Kehadiran Si Domang diharapkan tidak hanya menjadi maskot semata, tetapi juga menjadi simbol semangat baru bagi jajaran pemasyarakatan Riau dalam memperkuat pelayanan yang humanis, adaptif, dan berintegritas kepada masyarakat.
Penulis : Mirza Yamoli
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-maskot-si-domang-wajah-baru-pengabdian-pemasyarakatan-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply