KPU Riau Pastikan Gunakan Kotak Suara dan Bilik Suara dari Kardus di Pemilu 2019

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Penggunaan kotak suara dan bilik suara dari kardus untuk Pemilu 2019 di Riau dipastikan akan dilakukan. Hal itu disampaikan oleh KPU Riau. Menurut Komisioner KPU Riau, Ilham Yasir, pelaksanaan pemilu 2019 seluruh logistik, baik itu kotak suara dan bilik suara, 100 persen menggunakan bahan kardus, bukan logistik bahan seng atau aluminium sebagaimana biasanya.

Logistik itu kini sudah berada di gudang penyimpanan kabupaten dan kota dan tinggal didistribusikan pada hari H pencoblosan. Sebagaimana tertuang dalam aturan, memang harus digunakan logistik selayaknya yang diatur dalam UU nomor 7 tahun 2017.

"100 persen logistik kardus di Riau, karena ini sudah ada aturan, dalam regulasinya itu kotak suara harus transparan, sedangkan seng kan tidak transparan," katanya.

Pada Pemilu 2014 dan 2015, imbuhnya, bahkan di Riau sejatinya sudah ada menggunakan logistik kotak dan bilik suara berbahan kardus. Pasalnya, saat itu terdapat kekurangan logistik berbahan seng.

"Kotak kardus ini sudah dimulai ujicoba pada Pemilu 2014. Karena kotak seng kami di Riau pada 2014 tidak mencukupi dan dilakukan penambahan dengan pengadaan kardus saat itu. Memang khusus daerah terdekat dan mudah dijangkau saja waktu itu," tuturnya.

Oleh sebab itu, dia menilai penggunaan kardus sebagai kotak dan bilik suara ini bukan hal yang baru lagi dan sudah pernah dilakukan sebelumnya. Yang menguatkan lagi, pada 2017 disahkan aturan baru untuk pelaksanaan teknis pemungutan suara, yang harus menggunakan kotak suara transparan.

"Kardusnya sebelah transparan, ini sudah lama dan tidak ada persoalannya," bebernya.

Dia menambahkan, jika dilihat dari sisi ketahanan, memang lebih tahan logistik berbahan seng atau aluminium, tetapi bahan kardus atau karton akan lebih efisien.

"Dari segi ketahanan lebih tahan seng, namun dari efisiensi jauh lebih efisien kardus, kardusnya pakai plastik. Nanti kontaknya dan bilik suara dirakit di kecamatan atau kelurahan," imbuhnya.

Adapun untuk logistik berbahan seng juga selama ini lebih repot, terlebih pengiriman ke daerah lebih susah karena dari kabupaten dan kota sudah berbentuk persegi empat.

"Kalau yang seng itu lebih repot karena dikirim sudah persegi empat, bayangkan berapa banyak kendaraan yang dibutuhkan untuk memobilisasi ke daerah, kalau kardus dirakit di daerah kecamatan dan kelurahan. Kami juga kesulitan gudang selama ini," jelasnya.

Sementara itu, terkait kekhawatiran sejumlah masyarakat akan rawannya terjadi kecurangan karena bahan logistik mudah dirusak, dia memandang hal itu tidak mungkin terjadi, apalagi pengawasan dilakukan dengan baik, terlebih sistem penghitungan suara juga sudah tersistem.

"Saya pikir tidak rawan selama ini juga digunakan tidak ada masalah. Kunci utama hasil itu ada pada C1 begitu di-upload jadi tidak ada masalah, dan pengawasan berjalan sesuai sistem," tutupnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-kpu-riau-pastikan-gunakan-kotak-suara-dan-bilik-suara-dari-kardus-di-pemilu-2019.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)