Ketua PAN Pelalawan: Tak Payah Dimosi, Saya Cukup Jadi Kader Biasa

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PELALAWAN - Menyusul adanya mosi tidak percaya yang dilayangkan Forum Komunikasi Lintas DPC PAN se-kabupaten Pelalawan terhadap ketua saat ini yang dijabat Habibi Hapri SH, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanah Nasional (PAN) Kabupaten Pelalawan saat ini diketahui sedang bergolak.

Adapun dari isi surat yang dikabarkan sudah dikirim ke DPW PAN Riau, dan diperoleh pada Rabu (18/9/2019), ada delapan poin melatarbelakangi mosi tidak percaya itu. Pertama, adanya pengelolaan keuangan yang bersumber dari bantuan keuangan Parpol dan kontribusi anggota fraksi yang tidak transparansi dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi, bukan kepentingan partai.

Kedua, tidak adanya koordinasi terhadap sesama pengurus dalam setiap kegiatan partai. Ketiga, adanya pungutan biaya bantuan kegiatan dari anggota fraksi, sementara kegiatan yang dimaksud tidak sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan dan bahkan tidak dilaksanakan. Keempat, adanya penggelapan terhadap biaya bantuan saksi pada Pemilu 2019 yang bersumber dari DPW PAN Riau.

Kelima, adanya pungutan biaya untuk pelaksanaan LKAD dari anggota fraksi sementara kegiatan tersebut tidak terlaksana. Keenam, jarang dilaksanakannya rapat-rapat termasuk rapat harian. Ketujuh, adanya pembuatan keputusan yang dilakukan tanpa melalui rapat harian serta kerap melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan hasil keputusan rapat.

Terakhir, tidak terlaksananya kegiatan peringatan HUT PAN. Menanggapi itu, Ketua PAN Pelalawan, Habibi Hapri SH merpersilakan apabila ada yang ingin mengincar posisi yang saat ini ia tempati.

"Jika ada yang mau jadi ketua PAN, tak payah dimosi lagi. Sebut saja siapa, saya tak payah jadi ketua, jadi kader biasa cukup," ucapnya, Kamis (19/9/2019).

Sementara itu, soal keuangan partai, ia menegaskan bahwa setiap tahun selalu diaudit BPK.

"Silakan tengok di Kesbang detailnya, tanya sama sekretaris dan bendara. Saya sebagai ketua, tidak akan teken apa pun sebelum sekretaris-bendahara teken," tuturnya.

Sementara itu, mengenai agenda partai, diterangkannya bahwa pada Pilkada Riau 2018 lalu, dirinya merupakan ketua koalisi pemenangan Syamsuar-Edi, yang waktu itu menang di Pelalawan.

"Sementara pada Pileg 2019, alhamdulillah PAN pemenang dari 4 kursi menjadi 5 kursi. Dari tidak dapat pimpinan, menjadi dapat pimpinan. Ini adalah capaian PAN tertinggi selama PAN berdiri di Kabupaten Pelalawan pada Pileg," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-ketua-pan-pelalawan-tak-payah-dimosi-saya-cukup-jadi-kader-biasa.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)