Turun Signifikan, Titik Api di Riau Terpantau Tersisa di Dua Kabupaten Ini
- Senin, 29 Juli 2019
- 735 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Riau sebab untuk tahun ini musim kemarau di Riau memang cenderung lebih kering dibandingkan tahun lalu.
Imbauan itu oleh Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki dalam rapat evaluasi penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau di Posko Penanganan Darurat Bencana Karhutla di Komplek Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (29/7/2019).
"Dibanding tahun 2018, tahun ini musim kemarau di Riau memang cenderung lebih kering. Untuk itu, kami imbau semua pihak untuk waspada Karhutla," sebutnya.
Menurutnya, puncak musim kemarau tahun ini di Provinsi Riau adalah bulan Juli-Agustus.
"Khusus di Riau, bulan Juli ini hujan masih tetap ada terjadi meski memang sangat kurang. Kalaupun ada, hanya hujan ringan saja. Hal ini karena pengaruh tipe iklim kami itu Ekuatorial. Jadi, meski musim kemarau, tetap hujan walau sedikit," tuturnya.
Memasuki September nanti, imbuhnya, sebagian wilayah Riau bagian utara sudah mulai hujan dengan intensitas sedang. Wilayah utara itu, yakni Dumai dan sebagian Bengkalis.
"Pada bulan Oktober, sebagian selatan Riau akan mulai hujan meski masih belum tinggi. Namun, di bulan Oktober, bagian utara intensitas hujan sudah sangat udah tinggi," tuntasnya.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-kemarau-2019-di-riau-lebih-kering-dibanding-tahun-lalu-masyarakat-diimbau-waspada-karhutla.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply