Kegiatan Diseminasi GLN di Kota Pekanbaru

Logo

RIAUHITS.COM (PEKANBARU) - Balai Bahasa Riau (BBR) menggelar kegiatan Diseminasi Gerakan Literasi Nasional (GLN) di Kota Pekanbaru pada Senin (19/8/2019). Sejumlah kalangan hadir dalam acara itu, mulai dari wartawan hingga sastrawan/penulis.

Menurut Kepala BBR, Songgo Siruah, M.Pd dalam sambutannya, narasumber yang dihadirkan dalam kegiata ini adalah mereka yang benar-benar paham dan mengerti tentang literasi di bidang masing-masing. Di sisi lain, Songgo juga menyampaikan selamat kepada pemenang sayembara penulisan bahan literasi tingkat SD/SMP yang hadir dalam kesempatan ini.

"Jumlah peserta sebenarnya 1.200 orang dengan 4 lokasi di Pekanbaru dan 4 di luar Pekanbaru," ucap Songgo.

Ia menyatakan, peserta dalam kegiatan ini termasuk wartawan karena literasi tak memandangan profesi dan usia. Di samping itu, ia menegaskan bahwa bahasa asing sejatinya dilarang pengunaannya, tetapi merujuk kepada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera dan Bahasa, pengutamaan penggunaan bahasa Indonesia telah diatur, khususnya di ruang publik.

"Bahasa Indonesia bukan hanya alat komunikasi, melainkan juga ada ilmunya. Ilmu bahasa (saat ini) lupa dipelajari, padahal ada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), misalnya," tuturnya.

Karena itu, imbuhnya, urusan Balai Bahasa adalah urusan negara.

"Tengok Sumpah Pemuda. Dalam hal itu, bahasa berfungsi sebagai perekat," sambungnya.

Disampaikannya, tugas utama Balai Bahasa adalah mengamati bahasa di ruang publik. Oleh sebab itu, Balai Bahasa, lanjutnya, akan menyurati pihak-pihak yg masih menggunakan istilah asing sebagai upaya awal mengubah paradigma penggunaan bahasa yang ada.

Adapun kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, Zulmansyah Sekedang. Menurut Zulmansyah, kegiatan ini penting karena wartawan tiap harinya bermain dengan kata dan bahasa. Ia pun mengakui, perkembangan bahasa Indonesia pesat.

"Di pers, kami sengaja menyalahkan (penulisan) karena keterbatasan tempat, terutama media cetak (koran). Tanda baca banyak dihilangkan dan kami tahu salah, tapi ini terpaksa. Namun, media online malah ikut seperti cetak, padahal ia tak terhukum keterbatasan tempat," ucap Zulmansyah dalam sambutannya.

Menyikapi itu, Zulmansyah pun mengimbau kepada para wartawan  media daring (online) untuk menulis sesuai pedoman kebahasaan yang berlaku.

"Martabat wartawan dari karya. Jangan marah kalau kita dikritik karena menulis buruk," tuturnya.

Lebih jauh, ia menyebut bahwa kegiatan ini bermanfaat karena menambah pengetahuan wartawan.

"Kami akan melaksanakan kegiatan literasi ini di PWI. Dalam waktu dekat kami buat," tutupnya.

Kegiatan diseminasi ini berlangsung selama tiga hari, yakni hingga Rabu (21/8/2019). Sejumlah pembicara dihadirkan dalam kegiatan ini, antara lain jurnalis senior Hasan Basril, sastrawan Fakhrunnas MA. Jabbar, dan narasumber dari Balai Bahasa Riau. (rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-kegiatan-diseminasi-gln-di-kota-pekanbaru.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)