Kandang Terra, Dari Halaman Rumah Menuju Ketahanan Gizi dan Ekonomi Keluarga

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketahanan pangan dan gizi keluarga, sebuah gagasan sederhana namun visioner lahir dari anak-anak muda di Provinsi Riau. 

Gagasan itu bernama Kandang Terra, sebuah konsep peternakan terpadu skala rumah tangga yang memadukan produksi protein dan sayuran dalam satu sistem yang ringkas, sederhana, dan mudah diterapkan.

Inisiatif ini digagas oleh Yuhendra Prayoga, pendiri Terra Group, yang memperkenalkan proyek tersebut melalui soft launching Kandang Terra pada momentum Ramadan, tepatnya 21 Ramadan 1447 Hijriah.

Menurut pria yang akrab disapa Yoga ini, Kandang Terra lahir dari mimpi sederhana bagaimana memulai ketahanan gizi keluarga dari rumah. Ide dasarnya adalah memindahkan konsep peternakan besar yang biasanya terdiri dari kolam ikan, kandang ayam, dan kebun sayur ke dalam satu sistem yang lebih minimalis dan praktis.

"Konsepnya sederhana. Kita mencoba memindahkan sistem peternakan besar ke dalam bentuk yang lebih ringkas sehingga bisa diterapkan di rumah. Dengan sistem ini, keluarga dapat memproduksi sendiri sebagian kebutuhan gizi harian mereka, khususnya sumber protein dan sayuran segar," ujar Yoga.

Ia juga mengatakan bahwa Kandang Terra dirancang sebagai mini ekosistem pangan keluarga yang terdiri dari tiga komponen utama yakni Ayam petelur, sebagai sumber telur harian, Kolam ikan, yang menghasilkan protein tambahan bagi keluarga, dan Sayuran hidroponik, untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan serat.

"Ketiga elemen ini disusun dalam satu desain terpadu yang efisien lahan, sehingga tetap dapat diterapkan di lingkungan perkotaan," katanya.

Ia pun menyebutkan ketahanan gizi dan ketahanan ekonomi, bukan lebih dari sekadar konsep urban farming, Kandang Terra memiliki dua tujuan utama.

"Pertama, ketahanan gizi keluarga, dengan memastikan anak-anak mendapatkan akses mudah terhadap protein dan sayuran segar. Kedua, ketahanan ekonomi rumah tangga. Hasil produksi seperti telur, ikan, maupun sayuran dapat dijual kembali sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga, khususnya ibu rumah tangga," jelas Yoga.

Kandang Terra diharapkan menjadi pilot project atau proyek percontohan bagi pengembangan ketahanan pangan berbasis rumah tangga di Pekanbaru.

"Jika berhasil, konsep ini dapat menjadi barometer bagaimana masyarakat kota dapat memulai produksi pangan sendiri dari skala kecil, tanpa memerlukan lahan luas maupun teknologi yang rumit. Pemikirannya sebenarnya sangat sederhana. Ketahanan pangan bisa dimulai dari rumah," kata Yoga.

Pengembangan konsep Kandang Terra tidak dilakukan sendiri. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan para akademisi dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau, khususnya dari fakultas yang bergerak di bidang peternakan dan pertanian.

"Kolaborasi tersebut memastikan bahwa sistem yang dirancang memiliki dasar ilmiah, mulai dari manajemen pakan, desain kandang, hingga integrasi produksi," ujarnya.

Kandang Terra hanyalah langkah awal dari proyek yang lebih luas bernama Terra (Terpadu Raya). Proyek ini bertujuan membangun ekosistem produksi pangan dari hulu hingga hilir.

"Dalam tahap akhirnya, Terra menargetkan lahirnya berbagai produk protein berkualitas premium dan sehat, seperti ayam Terra, ikan Terra, kambing Terra, dan sapi Terra. Semua produk tersebut dirancang memenuhi standar protein sehat dan premium, sekaligus mendukung kemandirian pangan masyarakat," tutup Yuhendra Prayoga. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-kandang-terra-dari-halaman-rumah-menuju-ketahanan-gizi-dan-ekonomi-keluarga.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)