Jaga Ketahanan Energi dan Tekan Emisi, Kilang Pertamina Dumai Optimalkan PLTS 3,77 MWp

Logo

RIAUHITS.COM, DUMAI — Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong transisi energi bersih, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) II Dumai terus mengoptimalkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 3,77 Megawatt peak (MWp). Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) ini difungsikan sebagai sumber energi pendukung untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan operasional kilang.

Keandalan pasokan listrik menjadi urat nadi utama bagi keberlangsungan operasional kilang. Sistem kelistrikan tidak hanya menunjang kestabilan unit proses dan fasilitas produksi, tetapi juga memastikan sistem kontrol di Main Control Room (MCR) berjalan presisi secara real-time, serta menjaga sistem keselamatan proses (Process Safety) dan keselamatan kerja (Occupational Safety) tetap optimal.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai, Tengku Muhammad Rum, menegaskan bahwa keandalan sistem utilitas kelistrikan merupakan elemen vital bagi kilang yang berstatus sebagai Objek Vital Nasional.

"Pemanfaatan PLTS menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat sistem kelistrikan demi menjaga keandalan operasi. Inisiatif ini sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan komitmen Pertamina dalam upaya dekarbonisasi serta pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060," terang Muhammad Rum dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).

Sebaran dan Performa Infrastruktur Surya

Infrastruktur PLTS di lingkungan Kilang Pertamina Dumai terbagi di tiga titik strategis:

• PLTS Jalan Raya Bukit Datuk (2 MWp): Fasilitas pertama yang dibangun di area lingkungan kilang.

• PLTS Kompleks Fire Camp (1 MWp): Berada di kawasan pusat penanggulangan kebakaran perusahaan.

• PLTS Rumah Dinas Perusahaan/RDP Bukit Datuk (0,77 MWp): Terletak di kawasan pemukiman pekerja di Jalan Cirebon Bukit Datuk.

Dari total kapasitas terpasang 3,77 MWp, fasilitas ini menghasilkan daya efektif rata-rata harian sekitar 500 Kilowatt (kW) dengan daya puncak mencapai 3,4 MWp. Listrik tenaga surya tersebut menyuplai sekitar 1,6 persen dari beban dasar (base load) sistem microgrid Kilang Dumai.

Meski persentase kontribusinya berada di angka 1,6 persen, kehadiran PLTS terbukti memberikan dampak positif signifikan terhadap efisiensi energi internal. Pemanfaatan energi surya ini berhasil mengurangi beban pembangkit listrik internal (Steam Turbine Generator/STG), sehingga konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan daya dapat ditekan secara terukur.

Langkah Dekarbonisasi dan Sinergi Internal

Pengembangan PLTS ini merupakan kelanjutan dari Program Substitusi Listrik RDP Bukit Datuk ke jaringan PLN yang diinisiasi sejak 2019. Pembangunannya dilaksanakan dalam dua fase berkolaborasi dengan Pertamina Power Indonesia (PPI) dan telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) dari Kementerian ESDM pada 19 Februari 2024, sebelum akhirnya diresmikan oleh Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, pada 12 Juli lalu.

Selain meningkatkan keandalan operasional dan mendukung peneraparan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), integrasi PLTS Kilang Dumai ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap lingkungan dengan memangkas emisi karbon hingga 18.319,99 ton CO2 equivalen per tahun.



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-jaga-ketahanan-energi-dan-tekan-emisi-kilang-pertamina-dumai-optimalkan-plts-377-mwp.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)