Pelayanan Disdukcapil Pekanbaru Ditutup Sementara, 20 Pegawai Dites Swab
- Senin, 06 Juli 2020
- 743 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Inflasi sebesar 0,13 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,87 dialami oleh Provinsi Riau pada Juni 2020. Hal itu berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun IHK sendiri adalah salah satu indikator ekonomi penting yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga barang dan jasa berupa inflasi/deflasi di tingkat konsumen di daerah perkotaan.
"Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi, yaitu Kota Pekanbaru sebesar 0,06 persen; Kota Dumai sebesar 0,11 persen; dan Kota Tembilahan sebesar 1,13 persen," kata Kepala BPS Riau Misfaruddin, Senin (5/7/2020).
Disampaikannya, inflasi terjadi lantaran adanya peningkatan harga pada enam kelompok pengeluaran, yakni kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,26 persen; diikuti kelompok transportasi sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,08 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,06 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,05 persen; dan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen.
"Komoditas yang memberikan andil peningkatan harga pada Juni 2020, antara lain, daging ayam ras, ayam hidup, nasi dengan lauk, tarif angkutan udara, telur ayam ras, tomat, ayam goreng, petai, udang basah, kerang, ketimun, dan cumi-cumi," jelasnya.
Tiga kelompok pengeluaran lainnya, imbuhnya, mengalami deflasi, yakni kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,30 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,05 persen; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,01 persen.
"Adapun komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, daging sapi, tarif kendaraan travel, gula pasir, dan jeruk," paparnya.
Dari 24 kota di Sumatra yang menghitung IHK, sambungnya, 16 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertiggi terjadi di Kota Tembilahan sebesar 1,13 persen, diikuti oleh Kota Jambi sebesar 0,35 persen dan Kota Lubuklinggau sebesar 0,31 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,03 persen.
"Di Indonesia, dari 90 kota yang menghitung IHK, 76 kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Kendari sebesar 1,33 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Makassar sebesar 0,01 persen," tutupnya.(rzt)
Comments (3)
https://riauhits.com/berita-inflasi-riau-pada-juni-sebesar-013-persen-ini-penyebabnya.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply