FPK Kota Pekanbaru Dorong Harmoni 42 Etnis, Wujudkan Kota Toleran

Logo
Dr. Ir. Dwi Agus Sumarno

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Pekanbaru menegaskan komitmennya dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman. 

Di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Dwi Agus Sumarno untuk periode 2026–2030, organisasi ini berupaya merumuskan strategi konkret guna menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan sosial.

Dwi Agus Sumarno menjelaskan bahwa keberadaan FPK di kota Pekanbaru merupakan respons atas tantangan pembauran di masyarakat, khususnya dalam mengelola hubungan antar suku, ras, dan etnis. 

Menurutnya, Pekanbaru sebagai kota yang dihuni oleh sedikitnya 42 kelompok etnis, membutuhkan pendekatan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan bersama.

"Pembauran bukan sekadar konsep, tetapi upaya nyata untuk menghilangkan sentimen berbasis SARA, ketidakadilan, serta potensi konflik sosial. Keberagaman harus kita kelola menjadi kekayaan, bukan sumber perpecahan," ujar Dwi.

FPK kota Pekanbaru lanjutnya, akan berfokus pada pembangunan sosial berbasis kemanusiaan (social society development). Langkah ini mencakup penguatan interaksi antar kelompok masyarakat serta penyusunan strategi yang mendorong terciptanya ruang-ruang dialog yang inklusif.

Selain itu, aspek keamanan sosial juga menjadi prioritas. Menurut Dwi, terciptanya situasi yang kondusif dalam hubungan antar etnis akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan kota. 

"Ketika kondisi sosial aman dan harmonis, pemerintah daerah akan lebih mudah menjalankan program pembangunan," katanya.

Pria yang pernah menjabat Kadisdik Provinsi Riau ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. FPK kota Pekanbaru akan mendorong sinergi antara pemerintah kota, aparat keamanan, paguyuban etnis, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun semangat kebersamaan.

"Harapan kami, keberagaman di Pekanbaru tidak lagi dipandang sebagai tantangan, melainkan sebagai aset yang memperkaya identitas kota. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa mewujudkan Pekanbaru sebagai kota yang toleran dan inklusif," tutup Dwi Agus Sumarno. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-fpk-kota-pekanbaru-dorong-harmoni-42-etnis-wujudkan-kota-toleran.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)