Finalis Bujang Dara 2026 Pekanbaru, Lebih Terbuka, Edukatif, dan Kompetitif

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru melakukan proses pemilihan Bujang Dara tahun 2026. Program yang selama ini dikenal sebagai ajang duta wisata tersebut kini dirancang lebih inklusif, modern, dan berbasis edukasi.

Kepala Disbudpar Pekanbaru, Akmal Khairi, menjelaskan bahwa perubahan signifikan telah dimulai sejak akhir 2025. Pada Desember lalu, pihaknya bersama komunitas pariwisata menggelar roadshow ke sejumlah universitas di Pekanbaru untuk memperkenalkan konsep dan peran Bujang Dara kepada generasi muda.

"Kami langsung turun ke kampus-kampus untuk menjelaskan apa itu Bujang Dara, apa perannya dalam memajukan pariwisata dan budaya daerah," ujar Akmal dijumpai usai kegiatan Launching Final Bujang Dara Pekanbaru, Sabtu (11/04/26).

Selain sosialisasi langsung, promosi juga diperluas melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook, serta kampanye digital dari dinas terkait. Hasilnya, antusiasme peserta meningkat signifikan dengan lebih dari 100 pendaftar mengikuti seleksi awal secara daring.

Seleksi Berlapis dan Berbasis Kompetensi

Proses seleksi tahun ini dirancang lebih ketat dan komprehensif. Tahapan pertama berupa ujian tertulis yang menguji pemahaman peserta tentang perkembangan budaya dan pariwisata di Pekanbaru. Peserta yang lolos kemudian mengikuti tahap wawancara mendalam.

Pada sesi ini Akmal mengatakan, panitia menggali wawasan peserta mengenai identitas budaya lokal, konsep pariwisata, serta visi Pekanbaru sebagai kota yang berdaya saing. Penilaian tidak hanya berfokus pada penampilan, tetapi juga pada kapasitas intelektual dan pemahaman budaya.

"Seleksi berlanjut ke tahap minat dan bakat, di mana peserta menampilkan potensi terbaik mereka. Dari seluruh rangkaian tersebut, terpilih 24 finalis yang terdiri dari 12 Bujang dan 12 Dara," sebut Akmal.

"Seleksi ini terbuka untuk umum, khususnya kalangan mahasiswa. Tidak ada perwakilan kecamatan, semua berdasarkan potensi dan kemampuan individu," jelasnya.

Akmal menyebutkan untuk penilaian dalam ajang ini tidak semata-mata bertumpu pada aspek fisik, standar penilaian mencakup kecerdasan, wawasan budaya, serta kemampuan komunikasi.

"Bukan hanya soal cantik dan tampan, tapi juga keilmuan dan bagaimana mereka bisa menjadi representasi daerah. Para pemenang nantinya akan melaju ke tingkat provinsi, bersaing dengan perwakilan dari kabupaten dan kota lain. Jika berhasil, mereka berkesempatan melangkah ke tingkat nasional," ujar Akmal.

Duta Wisata Dengan Tanggung Jawab Nyata

Selain itu, Akmal menyebutkan para finalis yang terpilih sebagai Bujang dan Dara Pekanbaru akan menjalani masa kontrak selama satu tahun bersama pemerintah kota. Dalam periode tersebut, mereka memiliki tanggung jawab sebagai duta wisata dan budaya.

"Tugas mereka nantinya akan melakukan edukasi masyarakat tentang pariwisata, pelestarian budaya, serta kampanye isu lingkungan seperti kebersihan dan keamanan kota. Mereka juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah," jelasnya.

Menariknya, Disbudpar juga tetap memberdayakan alumni Bujang Dara dari tahun-tahun sebelumnya untuk mendukung berbagai program, baik yang masih berstatus mahasiswa maupun yang telah bekerja.

Melalui format baru ini, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap ajang Bujang Dara tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang berperan aktif dalam mempromosikan daerah.

"Harapannya tentu untuk memajukan Kota Pekanbaru, khususnya di bidang kebudayaan dan pariwisata, serta memperkenalkan kota ini lebih luas ke masyarakat," tutup Akmal Khairi.*(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-finalis-bujang-dara-2026-pekanbaru-lebih-terbuka-edukatif-dan-kompetitif.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)