Dinkes Pekanbaru Gencarkan Gerakan Bebas Pasung, Wawako : Diperlukan Sinergi Lintas Sektor

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch., membuka kegiatan Pergerakan Masyarakat Bebas Pasung di wilayah kerja Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kota Pekanbaru, Kamis (29/10/26).

Dalam sambutannya, Markarius menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan hak dasar setiap manusia. Karena itu, praktik pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), baik melalui pengikatan, perantaian, maupun pengurungan, harus dihentikan.

"ODGJ adalah orang yang membutuhkan pengobatan dan berhak mendapatkan layanan medis yang layak. Pemasungan bukan solusi, melainkan tindakan yang merampas martabat kemanusiaan dan dapat memperburuk kondisi kejiwaan pasien," tegas Wawako Pekanbaru.

Markarius juga menekankan, upaya mewujudkan Pekanbaru bebas pasung membutuhkan sinergi lintas sektor, tidak hanya mengandalkan Puskesmas dan tenaga kesehatan.

"Kami mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian, melakukan deteksi dini, serta melaporkan dugaan pemasungan di lingkungan masing-masing. Mari kita hapus stigma negatif agar keluarga ODGJ tidak malu mencari pertolongan dan rutin membawa pasien menjalani pengobatan," sebutnya.

Selain itu, Wawako Pekanbaru juga mengatakan dukungan berkelanjutan di tingkat kelurahan dinilai penting untuk membantu proses rehabilitasi, sehingga ODGJ dapat kembali produktif dan diterima di tengah masyarakat.

"Melalui kepedulian dan kerja sama semua pihak, kita berharap tidak ada lagi warga yang dipasung dan setiap orang dapat memperoleh hak atas kesehatan serta kehidupan yang bermartabat," tutup Wawako Pekanbaru.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, S.STP., M.Si., menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mewujudkan Pekanbaru bebas pasung bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), TNI/Polri, kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RW dan RT, serta fasilitas pelayanan kesehatan," ujar Hazli.

Ia juga mengajak masyarakat menghapus stigma negatif terhadap ODGJ, khususnya mereka yang telah dinyatakan sehat, agar dapat kembali diterima di lingkungan sosial dan memperoleh hak-hak sipil secara setara.

"Pekanbaru bebas pasung membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, agar setiap warga dengan gangguan jiwa mendapatkan perawatan serta kesempatan hidup yang layak," ungkap Hazli.

"Kami imbau kepada masyarakat yang menemukan warga dengan gangguan jiwa agar segera melaporkannya ke puskesmas atau rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan yang tepat," tutupnya, didampingi Ketua Tim Kerja Penyakit Tidak Menular Dinkes Pekanbaru, Ns. T. Rika Amelia Rafli, S.Kep., M.Kes.

Untuk diketahui, terdapat sejumlah kasus pemasungan yang ada di kota Pekanbaru yaitu di wilayah Kelurahan Tebing Tinggi, Tangkerang Barat, Muara Fajar, dan Tangkerang Labuai. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-dinkes-pekanbaru-gencarkan-gerakan-bebas-pasung-wawako--diperlukan-sinergi-lintas-sektor-.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)