Dikendalikan Napi, Sindikat Penyeludupan Orang Diungkap Polres Dumai

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) DUMAI - Sindikat penyeludupan manusia yang dikendalikan dari dalam rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Dumai diungkap oleh Kepolisian Resort (Polres) Kota Dumai. Sebanyak tujuh orang sindikat penyeludupan manusia yang diotaki oleh warga binaan Rutan Dumai berinisial TSS ini adalah hasil pengembangan penangkapan 23 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Malaysia yang masuk Dumai secara ilegal.

Selama pandemi Covid-19, jaringan sindikat ini sedikitnya sudah 3 kali melakukan penyeludupan PMI asal Malaysia menuju Kota Dumai untuk dipulangkan ke kampung halaman mereka masing-masing.

"Ada tujuh tersangka kami amankan, yakni J, Y, PR, Ze, K, S, dan TSS. Mereka kami amankan secara terpisah di kediamannya masing-masing, hasil perkembangan penyelidikan kami dari keterangan saksi-saksi," kata Kapolres Dumai, AKBP Yudhi Ananta Yudistira, Jumat (19/06/2020).

Ketujuh tersangka ini, ungkapnya, memiliki peran yang berbeda. Misalnya tersangka Y, Pr, dan Ze yang berperan sebagai penyedia kendaraan dan sopir yang menjemput para PMI di Dumai untuk membawa para PMI ke tempat tujuan mereka. Berdasarkan hasil pengembangan ketiga tersangka, polisi mengamakan empat tersangka lainnya secara terpisah, yakni tersangka S yang berperan merekrut PMI yang akan pulang dari Malaysia ke Indonesia via Dumai.

Bukan hanya merekrut para PMI, tersangka S pun berperan mencari kapal, anak buah kapal beserta tekong untuk menjemput PMI di Malaysia sesuai perintah tersangka K alias U. Adapun dari tersangka K dan S, polisi kemudian berhasil mengamakan tersangka TSS otak pelaku penyeludupan manusia ini. Tersangka TSS diamankan di Rutan kelas II Dumai. Di samping mengamankan ketujuh tersangka, polisi pun mengamakan barang bukti berupa speed boat, 4 unit mobil, paspor, dan rekening tabungan.

"Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, penyeludupan ini diotaki oleh tersangka TSS, yang merupakan narapida dengan kasus yang sama dan masih menjalani hukuman penjara dari perkara sebelumnya dengan masa hukuman 5 tahun 1 bulan kurungan penjara," paparnya.

Lebih jauh disampaikannya, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan pihak Rutan Dumai terkait keberadaan alat komunikasi yang digunakan oleh tersangka untuk mengendalikan penyeludupan manusia ini.

"Untuk para tersangka, akan kami jerat dengan pasal 2 junto pasal 10 tentang tindak pidana penyeludupan orang dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan pasal 120 undang undang Imigrasi nomor 06 tahun 2011 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tutup mantan Kapolres Kampar ini.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)