Diariku Inspirasiku, Inovasi Literasi SDN 35 Pekanbaru Bangkitkan Budaya Menulis Bagi Anak

Logo

RIAUHITS.COM, PEKANBARU - Di tengah derasnya arus digital yang membuat anak-anak semakin akrab dengan gadget atau gawai, SDN 35 Pekanbaru menghadirkan sebuah inovasi literasi yang sederhana namun sarat makna. 

Melalui program "Diariku Inspirasiku", SDN 35 Pekanbaru ini berupaya membangkitkan kembali budaya membaca dan menulis di kalangan peserta didik, khususnya bagi siswa kelas V dan VI.

Program ini digagas sebagai ruang bagi siswa untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan refleksi kehidupan sehari-hari melalui tulisan tangan. Tidak sekadar menjadi buku catatan biasa, Diariku Inspirasiku dirancang secara khusus oleh guru kelas yang mendesain sampul buku sebelum dikirimkan dalam bentuk file kepada orang tua siswa. 

Bahkan diketahui program Diariku Inspirasiku ini mendapatkan sambutan positif bagi orang tua murid, dengan memberikan dukungan penuh terhadap program yang dinilai mampu memperkuat budaya literasi sejak dini.

Kepala SDN 35 Pekanbaru, Hj. Eka Elvany, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa kehadiran program ini merupakan respons terhadap tantangan pendidikan di era digital, ketika penggunaan gadget semakin mendominasi aktivitas anak-anak.

"Pengaruh gadget terhadap konsentrasi belajar anak bisa berdampak positif maupun negatif. Semuanya bergantung pada durasi penggunaan, tujuan pemanfaatannya, serta pengawasan dari orang tua. Melalui Diariku Inspirasiku, kami ingin mengajak siswa kembali merasakan pengalaman menulis secara langsung dengan tangan, sesuatu yang tentu berbeda ketika mereka mengetik pesan singkat melalui telepon genggam," ujar Eka Elvany.

Menurutnya, kebiasaan menulis dengan tangan tidak hanya melatih kemampuan merangkai kata, tetapi juga membantu siswa mengembangkan daya pikir, kreativitas, kemampuan berekspresi, serta meningkatkan keterampilan literasi secara menyeluruh.

"Dalam pelaksanaan, Diariku Inspirasiku ini dilakukan secara rutin dua kali dalam sepekan dengan durasi sekitar lima hingga sepuluh menit. Setiap kegiatan didasarkan pada tema yang telah ditentukan oleh guru pembimbing, sehingga siswa memiliki arah dalam menuangkan ide dan pengalaman mereka," sebut Eka Elvany.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya tulisan yang dihasilkan, tetapi juga dari proses pembiasaan yang berlangsung secara konsisten. Karena itu, guru didorong untuk memberikan apresiasi dan penilaian terhadap setiap karya siswa.

"Kami mengapresiasi penuh program ini karena mampu mengarahkan anak-anak pada aktivitas yang positif. Guru juga kami minta memberikan penilaian terhadap setiap hasil karya siswa agar menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya dan percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki," katanya.

Meski demikian, Eka Elvany mengingatkan bahwa Diariku Inspirasiku bukanlah program yang membebani peserta didik. Sebaliknya, kegiatan ini dirancang sebagai media belajar yang menyenangkan, fleksibel, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak.

"Tujuan utamanya adalah membangun kebiasaan, bukan mengejar kesempurnaan. Anak-anak bebas menulis sesuai kemampuan mereka. Program ini serius dalam tujuan, tetapi santai dalam pelaksanaannya, sehingga mereka dapat menikmati proses belajar tanpa tekanan," jelasnya.

Melalui Diariku Inspirasiku, SDN 35 Pekanbaru menunjukkan bahwa penguatan literasi tidak selalu memerlukan teknologi canggih. Sebuah buku sederhana, pena, serta komitmen guru dan dukungan orang tua dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang gemar membaca, terampil menulis, dan mampu berpikir kritis di tengah tantangan era digital. *(mrz)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://riauhits.com/berita-diariku-inspirasiku-inovasi-literasi-sdn-35-pekanbaru-bangkitkan-budaya-menulis-bagi-anak.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)