Abrasi di Bengkalis Kian Ganas dan Mengancam, Ini Langkah DPRD Riau

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) BENGKALIS - Ancaman abrasi di Desa Mentayan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis semakin mengganas. Pasalnya, kebun, sawah, hingga kuburan sudah hilang dan berubah menjadi lautan. Di sisi lain, warga desa tak kuasa membendung ganasnya gelombang ombak selat Melaka.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Riau, Bagus Santoso yang melaksanakan reses ke kawasan Bengkalis. Sementara itu, menurut Kades Mentayan, Jalal,  upaya masyarakat membuat tanggul dan menanam mangrove hanya berbuah sia-sia. Sekitar 10 meter kebun dan ladang hilang dari daratan tiap tahunnya.

"Karena itu, kami mengetuk hati pemerintah, tolonglah dan selamatkan desa kami, disini tanah tumpah darah kami, tempat berladang menyambung hidup mencari makan, kami setiap hari Anda cemas dan waswas, desa kami akan hilang dan hanya jadi kenangan,” ucapnya saat menunjukkan lokasi abrasi sepanjang bagian utara desanya kepada Bagus.

Bagus menerangkan, Jalal dan warganya sudah berupaya secara mandiri untuk melawan abrasi baru- baru ini dengan dana desa dan iuran warga membuat tanggul menyelamatkan ladang padi. Namun, langkah tersebut hanya sementara dan tidak akan bertahan lama. Sebab, sejak 1997, puluhan hektare ladang tak terselamatkan.

"Kami hanya bertahan dan memberikan semangat warga kembali berladang, mereka sebetulnya sudah enggan karena air masin hampur masuk dan tanaman padi akan mati," tutur Jalal.

Di sisi lain, bantuan tanggul atau pemecah ombak yang diajukan setiap tahun kepada pemerintah hanya menjadi penantian yang tak menentu.

"Permintaan kami warga desa Muntai, jika pemerintah tak sanggup membantu , buatlah Proyek Tugu Prasasti di di sini, jika desa kami hilang masih ada kenangan,” imbuh Jalal.

Atas kondisi abrasi yang sangat parah itu, Bagus Santoso terus memompa semangat kades dan warga desa untuk tidak patah semangat apalagi putus asa. Gotong royong yang dilakukan warga cerminan kegigihan rakyat yang mandiri. Dia pun menyatakan, semasa menjabat wakil ketua DPRD Riau, pihaknya telah membangun tanggul abrasi di desa Muntai dan akhirnya jebol ditelan abrasi.

Demikian halnya dengan upaya penanaman mangrove juga dilakukan hasilnya meski ada yang berhasil tumbuh tetapi tidak bisa menahan abrasi.

"Satu-satunya model tanggul yang berhasil dengan menggunakaan bahan bongkahan batu pecah yang didatangkan dari Jawa, seperti di sepanjang tepi pantai Selat Baru, hanya saja butuh anggaran yang sangat besar, kami akan berjuang bersama agar mendapat dana APB," bebernya.

Ditambahkannya, pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah kabupaten Bengkalis dan Pemerintah Provinsi Riau agar persoalan abrasi menjadi program dan kegiatan prioritas.

"Kemudian saya akan sampaikan juga kepada anggota DPR RI utusan Riau, kalau semua peduli InsyaAllah akan didengarkan oleh Kementerian terkait dan juga Presiden nantinya," tandas politikus PAN tersebut. (rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)