Kasus Korupsi di RSUD Bangkinang Ditingkatkan ke Penyidikan oleh Kejati Riau

Logo
Gedung RSUD Bangkinang.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Kasus dugaan korupsi pembangunan ruang rawat inap di RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar ditingkatkan ke penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Adapun jaksa bakal mencari orang yang bertanggungjawab dalam dugaan penyimpangan tersebut.

"Ya (naik ke penyidikan)," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Hilman Azazi, Jumat (5/2/2021).

Disampaikannya, tim jaksa penyidik akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan. Saksi-saksi ini bisa dari pihak yang telah dipanggil saat kasus masih dalam proses penyelidikan. Sebelumnya, sejumlah pihak sudah diklarifikasi, antara lain Direktur RSUD Bangkinang, Asmara Fitrah Abadi.

Ia kembali dipanggil untuk dimintai keterangan pada Rabu (3/2/2021). Diketahui, selama lima jam ia diperiksa oleh jaksa penyidik Pidsus Kejati Riau. Bukan hanya dr Asmara Fitrah Abadi, tim jaksa penyidik pun memeriksa mantan Dirut RSUD Bangkinang periode 2017-2019, dr Andri Justian dan Pokja.

Proyek ini dikerjakan tahun 2019 lalu dengan nilai kegiatan senilai Rp46 miliar. Diduga ada indikasi pinjam bendera atau menggandeng pihak lain dalam pengerjaannya. Sementara itu, dari informasi yang diperoleh, terdua perusahaan yang memasukkan surat penawaran. Pertama, PT Gemilang Utama Alen.

Perusahaan yang beralamat di Kompeks Bumi Sudiang Permai Jalan Perum Sudiang Raya Blok A 151 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu menjadi rekanan yang mengerjakan proyek dengan nilai penawaran Rp46.492.675.038,79. Satu perusahaan lagi, yakni PT Razasa Karya. Menariknya, perusahaan itu kalah walau nilai penawarannya lebih rendah dari PT Gemilang Utama Alen, yakni Rp39.745.062.802,42.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)