Karyawan dan Pengunjung Imperial KTV Tersandung Narkoba, MUI Riau: Kami Minta Cabut Izinnya

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Sejumlah karyawan dan pengunjung tempat hiburan malam Imperial KTV yang tertangkap dalam kasus narkoba ditetapkan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Adapun kasus ini menambah daftar tempat hiburan malam yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika di Pekanbaru. Menyikapi itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Ustaz Zulhusni Domo meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk mencabut izin dari tempat tersebut.

"Yang jelas, tempat hiburan berbau maksiat harus ditutup. Kami minta wali kota Pekanbaru untuk mencabut izinnya (Imperial KTV)," ucapnya, Sabtu (19/09/2020).

Ia pun kembali mengingatkan bahwa saat ini Indonesia sedang diterpa badai pandemi Covid-19 yang kian hari semakin menghawatirkan. Adapun di Kota Pekanbaru saja, terhitung hari ini sudah dua ribuan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Setiap musibah dan bencana yang datang tidak terlepas dari dosa dan maksiat yang dilakukan manusia dan jangan diperparah dengan tempat hiburan. Kalau mau pandemi Covid-19 segera berlalu dari negeri kami maka seluruh tempat maksiat harus ditutup dan bila perlu dicabut izinnya," tuturnya.

"Apa gunanya kami berdoa apa gunanya kami beristighfar kalau maksiat ada di sekitar kami? Kami minta wali kota mencabut izin itu sebab kalau tidak dicabut izinnya, dikhawatirkan musibah semakin menjadi-jadi," tegasnya.

Bukan hanya S Club ataupun Imperial KTV saja, ia pun menegaskan bahwa pemerintah juga harus menutup tempat hiburan malam lainnya yang ada di Pekanbaru.

"Masjid menyelamatkan kehidupan kami dan tempat maksiat adalah mengundang maksiat," tutupnya.

Sebelumnya, aparat dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau kembali mengamankan dua orang dari Imperial KTV di Hotel Grand Central, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Kedua orang itu diamankan pada Kamis (17/9/2020) sore. Mereka diduga ada kaitannya dengan tiga karyawan Imperial KTV yang diamankan saat pada Selasa (15/9/2020) dini hari.

Ketiganya adalah dua orang pria berinisial Pe dan Awi serta seorang perempuan berinisial Ha yang berprofesi sebagai Ladies Escort (LC). Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun peredaran narkotika di tempat hiburan malam sudah jadi rahasia umum. Dari razia yang digelar kepolisian di tempat hiburan malam, banyak menemukan narkotika.

Kepolisian beberapa hari lalu menggelar razia di KTv dan Pub S Club. Di lokasi, ditemukan 41 butir pil ekstasi dan sebanyak 76 pengunjung positif narkotika berada di tempat hiburan malam Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Pekanbaru Kota. Atas temuan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mencabut izin dan melakukan penyegelan terhadap S Club Star City pada Senin (14/9/2020) malam.

Penyegelan dilakukan dengan memasang garis polisi pamong praja di lantai 2 dan 3. Dua lantai ini terdapat KTV dan Pub S Club. Kepolisian pun merazia Queen Club beberapa waktu lalu dan menangkap seorang berinisial ZR (26) dengan barang bukti sabu dan ekstasi. Tempat hiburan itu pun sudah disegel permanen pada 6 Januari 2020) pukul 23.00 WIB.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)