Gelar Aksi Damai di PN Bengkalis, Mahasiswa Kecewa terhadap Putusan Bebas Tiga WNA

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) BENGKALIS - Menanggapi putusan bebas tiga warga Malaysia dalam kasus illegal fishing, sejumlah mahasiswa di Kabupaten Bengkalis pada Senin (29/6/2020) menggelar aksi damai di depan Pengadilan Negeri Bengkalis. Di lokasi, aksi damai mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Himpunan Pelajaran Mahasiswa Bantan (Hipematan) ini tampak dikawal pihak kepolisian.

Sementara itu, pihak pengadilan juga terlihat langsung menerima aspirasi dari aksi damai ini. Menurut Kordinator aksi, Asnawi, pihaknya sangat kecewa dengan putusan bebas Pengadilan Negeri Bengkalis terhadap nelayan asal Malaysia yang mereka nilai telah melakukan pencurian ikan di Perairan Bengkalis. Ia menilai, putusan bebas ini membuat tatanan hukum dan undang-undang lemah.

Adapun putusan bebas hakim terhadap WNA, dalam pandangannya, dianggap sebagai kesalahan fatal. Padahal, kata dia lagi, terdakwa bisa dikenakan pasal berlapis.

"Kami membawa rasa kekecewaan dari putusan atau vonis pengadilan Bengkalis yang menyatakan warga negara asing yang jelas telah mencuri dan masuk perairan Bengkalis dinyatakan bebas. Kami berharap penegak hukum baik kejaksaan dan pengadilan tolong diulang kembali karena itu lemah dalam undang-undang. Menurut kami, kesalahan ini sangat vatal, padahal ini bisa dijerat pasal berlapis," katanya.

Kekecewaan yang disampaikan Hipemetan hari ini di Pengadilan Negeri Bengkalis, sambungnya, merupakan kekecewaan nelayan dan masyarakat Bengkalis. Ia menyebut, putusan bebas itu membuat nelayan geram sebab hasil kekayaan laut dengan mudah diambil orang asing.

"Kami ingin undang-undang (hukum) bisa memberikan efek jera, jangan sampai orang asing mudah masuk. Kekecewaan ini adalah dari nelayan dan masyarakat yang membuat laporan ke kami, putusan ini membuat masyarakat geram dan resah. Orang asing tidak mudah mengambil kekayaan laut kami," tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan memantau putusan kasasi yang saat ini diajukan Jaksa Penuntut Umum setelah putusan bebas. Dikatakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis, Hendah Karmila Dewi, putusan hakim terhadap perkara ini sudah dibacakan di persidangan terbuka. Jika ada pihak yang tidak puas terhadap putusan, imbuhnya, sudah ada upaya hukum kasasi dilakukan.

"Kami sebagai pimpinan Pengadilan Negeri, tentu berterima kasih terhadap mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Kami sangat menghargai hal tersebut. Namun, mengenai permintaan putusan harus diulang, itu tentu ada prosedurnya. Kami sudah melakukan putusan dan dibacakan di persidangan terbuka. Apabila ada pihak yang puas dengan putusan, sudah ada upayakan hukumnya, yakni kasasi," tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak tiga orang warga negara asing (WNA) asal Malaysia divonis bebas Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis lantaran tidak terbukti melakukan pencurian ikan di Perairan Bengkalis, Indonesia. Adapun pembebasan ini dilakukan oleh Majelis Hakim sebab nelayan asing itu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian ikan dimaksud.

Ketiga terdakwa adalah Heng Wah Wat (49), nakhoda, beralamat Jalan Ria Jaya 1 Taman Ria Jaya 45400 Sekincan; Tan Chong Pin (61), ABK, beralamat Kampung Raya 86000 Kluang, Johor; dan Pua Sin Kue (56), ABK, beralamat Kampung Raya 86000 Kluang, Johor, Malaysia. Putusan majelis hakim ini dibacakan pada sidang dalam jaringan (daring) pada Selasa (23/6/2020), dipimpin Rudi Ananta Wijaya, S.H, M.H dan disaksikan JPU Kejari Bengkalis. Tiga terdakwa kala itu didampingi Penasehat Hukum (PH) Windrayanto SH.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)