Dibuka Mulai 14–21 Juni, Ini Aturan PPDB Tingkat SMA/SMK Sederajat di Riau

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU – Mulai tanggal 14 -21 Juni 2021, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA/SMK Provinsi Riau dibuka oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau. PPDB ini dibuka sesuai dengan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sesuai dengan jalur yang ditetapkan.

Menurut Ketua Panitia PPDB Disdik Riau, Dasril, terdapat jalur PPDB yang dapat dijalani oleh seluruh masyarakat, antara lain, jalur afirmasi, jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur perpindahan orang tua. Pendaftaran melalui sistem online (daring) yang sudah ditetapkan oleh masing-masing SMA/SMK.

“Pendaftaran secara online akan dibuka tanggal 14 Juni sampai 21 Juni. Petunjuk teknisnya masih sama melalui jalur afirmasi, zonasi, prestasi, dan perpindahan orangtua. Untuk validasi dan verifikasi berkas yang sudah di-upload peserta didik juga mulai tanggal 21 sampai 23 Juni dan pengumuman pendaftaran tanggal 25 Juni 2021,” katanya.

Di samping empat jalur ini, juga ada dengan jalur Tes Mandiri, yakni menjaring calon peserta didik melalui tes Potensi Akademik. Untuk jenjang SMK, PPDB tidak menerapkan jalur, tetapi menggunakan sistem seleksi, yaitu seleksi dari keluarga miskin atau putra putri tenaga kesehatan, seleksi domisili jarak terdekat, hingga seleksi jalur prestasi.

Sementara itu, untuk seleksi dalam PPDB, terdapat ketentuan bagi siswa SMAN, SMKN dan SLBN di Provinsi Riau diatur. Untuk SMAN melalui jalur zonasi, domisili calon peserta didik berada pada radius terdekat dari sekolah paling sedikit sebesar 50 persen dari daya tampung satuan pendidikan. Jalur Afirmasi (Keluarga ekonomi tidak mampu yang berada dalam zona) paling sedikit 15 persen dari daya tampung satuan pendidikan. Dengan mengunggah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau bukti lainnya yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah (Lurah/Kepala Desa setempat) bagi calon peserta didik dari keluarga kurang mampu/miskin.

"Wajib dilengkapi dengan surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah," sebutnya.

Kemudian, bagi anak kandung petugas Tenaga Medis dan Non-Medis seperti dokter, perawat, bidan, tenaga labor, supir ambulans, dan lain-lain yang terlibat dalam penanganan Covid-19 sebesar 2 persen. Untuk Jalur Perpindahan paling banyak sebesar 5 persen yang terdiri dari orang tua calon peserta didik seperti TNI/Polri, ASN, Swasta, BUMN, dan lain-lain yang pindah tugas, Calon Peserta Didik Anak Kandung Guru dan anak kandung Tenaga Kependidikan baik PNS maupun Non-PNS dapat diterima yang bertugas pada Satuan Pendidikan yang sama.

Lalu, untuk jalur prestasi lebih kurang 30 persen, dari daya tampung satuan pendidikan, jalur prestasi berlaku untuk antarkabupaten/kota dalam provinsi, antara lain, prestasi akademik, prestasi non akademik.

"Jalur prestasi menjaring calon peserta didik melalui Penelusuran Minat dan Prestasi Akademik (PMPA) atau memiliki bakat khusus dan jalur zonasi adalah menjaring calon peserta didik yang berdomisili berdasarkan jarak terdekat dengan sekolah berdasarkan Peta Google," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)